Leave a comment

Oryza sp. dan Formica sp. dalam Gelaran LT I 2011 di Bhumi Amarasangga

26 – 27 Desember 2011, Pramuka DIMUT Amarasangga Pangkalan SMP Negeri 1 Singosari menyelenggarakan LT I. Acara rutin tersebut pelaksanaannya dipilih pada libur sekolah usai pelaksanaan Ujian Akhir Semester Ganjil Tahun Ajaran 2011/2012. Selain sebagai acara evaluasi dalam berlatih Pramuka, bisa dibilang LT I ini sebagai kegiatan liburan yang murah meriah, karena berlangsung di halaman sekolah serta menggunakan fasilitas yang telah tersedia di sekolah.

Logo LT I Pramuka Pangkalan SMP Negeri 1 Singosari

Lomba Tingkat, merupakan salah satu kegiatan Pramuka Penggalang yang diatur pada Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 033/KN/78 Tahun 1978 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang. Lomba Tingkat adalah Pertemuan Regu-regu Pramuka Penggalang dari suatu satuan Pramuka atau dari berbagai satuan Pramuka dengan acara kegiatan kreatif, rekreatif dan edukatif dalam bentuk perlombaan. Tujuannya adalah untuk membina dan mengembangkan penghayatan kode kehormatan yang berupa Janji Trisatya dan Dasadarma Pramuka, serta memupuk persaudaraan dan persatuan dikalangan para Pramuka Penggalang.

Layaknya LT pada tingkat yang lebih lanjut, beberapa minggu sebelum pelaksanaan, panitia yang terdiri dari Wiradhika dan Armada 9 membuat Petunjuk Pelaksanaan LT I yang dapat didownload pada blog ini. Peserta LT I merupakan Armada 7 dan Armada 8. Berdasarkan hasil pertimbangan jumlah peserta, sehingga satu regu terdir dari 5-6 Pramuka Penggalang.

Peserta harus memenuhi persyaratan administrasi pendaftaraan. Hingga hari terakhir pendaftaraan, diperoleh jumlah peserta sebanyak 4 regu putri dan 3 regu putra. Penamaan regu juga terbilang unik, karena menggunakan nama latin yang masih satu spesies dengan Padi (Oryza sativa) dan Semut (Formica ruva), sehingga nama untuk regu putri adalah Oryza glutinosa, Oryza latifolia, Oryza minuta, dan Oryza Nivara. Sedangkan untuk nama regu putra adalah Formica argentea, Formica fusca, dan  Formica lepida.

Peserta berkumpul pada pukul 07.00 di Lapangan Basket SMP Negeri 1 Singosari. Selanjutnya peserta melakukan daftar ulang. Pukul 08.00 – 08.30 dilaksanakan persiapan dan apel pembukaan di Lapangan Basket, bertindak sebagai Pembina Apel adalah Kak dr. Hendarto Arif Budiman. Kemudian peserta mendirikan tenda di lapangan belakang sekolah sampai pukul 11.00 WIB.

Panitia yang Terdiri dari Armada 9 dan Wiradhika

Setelah melaksanakan Ishoma, pukul 12.30-13.30 merupakan Giat I yaitu pelaksanaan mata lomba sandi, morse, dan semaphore. Kemudian langsung dilanjutkan dengan Giat II, yaitu pelaksanaan LBB dan Dinamika Regu dengan lokasi yang sama, yaitu Lapangan Basket. Setiap regu menampilkan kekompakan dan kreativitas dalam mata lomba yang menarik animo penonton ini.

Armada 9 Mengirimkan Pesan dalam Mata Lomba Semaphore

Pukul 15.15 memasuki Giat III, yaitu pelaksanaan mata lomba Pioneering dan penyisihan LCC (Lomba Cerdas Cermat). Pioneering yang sedianya dilaksanakan di Lapangan Basket, harus berpindah di sepanjang koridor Ruang Guru, Ruang TU, dan Ruang Kelas, karena kondisi hujan. Jeda sekitar 10 menit untuk pelaksanaan ibadah Shalat Ashar. Kemudian berlanjut dengan Giat IV, yaitu pelaksanaan mata lomba Presentasi Mading, Presentasi TTG (Teknologi Tepat Guna), dan Presentasi Maket Bumi Perkemahan.

Salah Satu Peserta Unjuk Kebolehan dalam Mata Lomba Seni Budaya

Pukul 17.45-18.30 merupakan jadwal Ishoma. Peserta dan panitia melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah di mushollah, selanjutnya makan malam bersama. Setelah itu, memasuki Giat V, yaitu pelaksanaan mata lomba Final LCC dan Pidato Bahasa Inggris. Untuk Pidato Bahasa Inggris dilaksanakan di Ruang Multimedia, di hadapan penonton, peserta harus menampilkan pidato yang telah disiapkan sebelumnya. Kemudian Giat VI, merupakan acara yang ditunggu, karena mata lombanya adalah Seni Budaya. Jurinya adalah Pak Agus, selaku Guru Kesenian. Sekitar pukul 20.30 adalah acara nonton bareng, film yang diputar berjudul Up! Lumayan sebagai hiburan, di tengah padatnya kegiatan LT I. Sekitar pukul 22.30 peserta beristirahat, dengan terlebih dahulu melaksanakan ibadah Shalat Isya.

Sebelum Nonton Pentas Seni, Senam Pramuka Dulu

Selasa, 27 Desember 2011, pukul 04.00, peserta bangung dan melaksanakan ibadah Shalat Shubuh berjama’ah. Pukul 05.00, peserta melakaukan senam pagi, selanjutnya sarapan bersama di Lapangan Basket. Pukul 06.00, peserta membersihkan diri, dan persiapan untuk kegiatan selanjutnya.

Sarapan Setelah Olah Raga Pagi

Pukul 07.00, peserta melaksanakan Giat VI, yaitu PPGD yang dilaksanakan di Lapangan Basket, sedangkan Halang Rintang, Menaksir, dan Peta Pita dilakukan dalam rute perjalanan lintas medan sekitar Desa Candirenggo Singosari.

Salah Satu Pos Lintas Medan, Mata Lomba Menaksir Ketinggian

Sekitar Pukul 10.00 semua mata lomba telah dilaksanakan. Ketika panitia menghitung skor, peserta membersihkan tempat yang digunakan untuk kegiatan. Sekitar pukul 10.30 apel penutupan dilaksanakan, Kak Hendra menjadi pembina apel. Dengan pertimbangan jumlah peserta pula, maka pemenang tidak dibedakan antara putra dan putri, dan berbeda dengan LT pada umumnya. Sehingga diperoleh hasil Juara I adalah Regu Formica fusca, Juara II adalah Regu Formica lepida, dan Juara III adalah Regu Oryza latifolia. Pemenang mendapat hadiah yang telah disediakan oleh panitia.

Tak cukup sampai disitu, acara dilanjutkan dengan Pelantikan TKU untuk Armada 9. Sekitar belasan Armada 9 mengikuti Kak Hendra mengucapkan Tri Satya. Acara ditutup dengan “siraman” untuk Armada 9 yang baru dilantik, secara bergantian Pembina dan Wiradhika menyiramkan air yang berisi dedaunan. Ini merupakan ritual rutin, setelah pelantikan.

Sempai jumpa pada LT I mendatang…

Salam Pramuka! (mar)

2 Comments

Mengenang Hari Kelahiran Sang “Impeesa”

22 Februari, 155 tahun yang lalu, di Kota London Inggris, lahirlah seseorang yang sekarang kita kenal sebagai Bapak Pandu Dunia, Robert Stepenson Smyth Baden Powell. Tak ada salahnya kita mengenang perjalanan hidup Baden Powell, sebagai orang yang berjasa dalam menemukan dan mengembangkan gerakan kepanduan ini.

Baden Powell

Baden Powell anak ke-enam dari pasangan Prof. Domine Baden Powell (seorang guru besar Geometri di Universitas Oxford) dan Henrietta Grace Smyth (putri Admiral Kerajaan Inggris yang terkenal, William T. Smyth). Namun, pada usia tiga tahun telah menjadi yatim, sehingga Baden Powell dituntut hidup mandiri. Hal inilah yang membuatnya selalu bekerja keras, tidak mudah putus asa, dan penolong.

Tahun 1870 Baden Powell masuk ke Charterhouse School. Di sekolah ini, Baden Powell sangat populer, bukan hanya karena kepandaiannya, tetapi juga karena kegiatan-kegiatan lain yang digelutinya, diantaranya marching band, klub menembak, teater, melukis, dan sebagai kiper kesebelasan sekolah.

Tahun 1876, Baden Powell menamatkan sekolah, kemudian bergabung dengan Dinas Kemiliteran. Setelah lulus, Baden Powell ditempatkan di India, dengan pangkat Pembantu Letnan. Pengalamannya di ketentaraan inilah yang nantinya akan banyak mempengaruhi perkembangan berdirinya gerakan kepanduan di Inggris.

Selanjutnya Boden Powell berpindah-pindah tugas. Ketika berada di Afrika, Baden Powell banyak melakukan petualangan sehingga pengalamannya bertambah. Baden Powell pun mendapat julukan “Impeesa” dari suku-suku di Afrika, artinya adalah “serigala yang tidak pernah tidur”, hal ini merujuk pada sifanya yang waspada, cekatan, dan berani.

Tahun 1901,  Baden Powell kembali ke Inggris. Enam tahun kemudian, Baden Powell menghadiri perkemahan di Pulau Brownsea, inilah yang konon disebut perkemahan pertama. Tahun 1908, terbitlah sebuah buku Scouting for Boys, sebuah buku yang membuat perkembangan kepanduan menjadi besar.

Tahun 1910 Baden Powell pensiun dari dinas kemiliteran, dan berkonsentrasi penuh mengembangankan kepanduan ke seluruh dunia. Tahun 1912 Baden Powell menikah dengan Olave St. Clair Soames, dan dikaruniai tiga anak.

Regu Padi : Meneladani Sifat Baden Powell

Tahun 1920, para pandu sedunia berkumpul di Olympia, London, Inggris dalam acara Jambore Dunia Pertama. Pada tanggal 6 Agustus 1920, tepatnya hari terakhir jambore, Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Dunia (Chief Scout of the World). Baden Powell wafat pada tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya.

Baden Powell juga telah menulis puluhan buku tentang kepanduan serta pengalaman petualangannya semasa hidup. Selain itu Baden Powell juga mendapat banyak penghargaan di berbagai negara, penghargaan Warga Kehormatan dari berbagai kota, serta gelar kehormatan dari berbagai universitas.

Regu Semut : Bertualang, Kegemaran Baden Powell

Dari berbagai pengalaman dan perjalanan hidup Baden Powell, banyak sifatnya yang perlu kita teladani. Jasanya sangat besar, sehingga kepanduan ada seperti sekarang. (mar)

Sumber : Boyman

Link Baden Powell : http://id.wikipedia.org/wiki/Robert_Baden-Powell

Download Scouting for Boys

Leave a comment

Messenger of Peace Sebagai Gerakan Perubahan

Apa itu Messenger of Peace?

Di seluruh dunia, kepanduan (di Indonesia dikenal dengan Gerakan Pramuka) memiliki program-program kemanusiaan. Mereka menyelesaikan konflik-konflik di sekolah dengan mencegah penindasan (bullying), memantau program-program pendidikan, menolong orang miskin dan kelaparan, membuat solusi-solusi untuk masalah pemerintah, dan melaksanakan proyek pelayanan lainnya. Messenger of Peace  melaksanakan semua itu.

Logo Messengers of Peace

Setiap pandu (Pramuka) yang melaksanakan proyek pelayanan seperti contoh di atas disebut Messenger of Peace (pembawa pesan perdamaian). Bersama, kita dapat menciptakan jaringan Messenger of Peace  di seluruh dunia.

Semua dapat mengambil bagian sebagai Messenger of Peace yaitu dengan menjalankan proyek yang dapat membantu komunitas kita. Apakah kita melihat sebuah masalah dalam lingkungan kita? Dapatkah kita melakukan sesuatu untuk menyelesaikan masalah tersebut? Jika ya, kita dapat menjadi seorang Messenger of Peace juga. Jadi tunggu apa lagi?

Messenger of Peace memiliki dua elemen : pertama adalah Jaringan Global Messenger of Peace (The Messenger of Peace Global Network) dan Dukungan Dana Messenger of Peace (Messenger of Peace Support Fund)

Pada Jaringan Global Messenger of Peace adalah alat untuk menghubungkan para Pramuka. Dengan menggunakan media sosial, jaringan tersebut memperkenankan Pramuka untuk menunjukan proyek pelayanan mereka dan bertemu secara online untuk membagikan ide-ide mereka, menceritakan cerita-cerita mereka dan bekerja bersama untuk membangun kedamaian di dalam komunitas-komunitas. Melalui akses yang lebih besar untuk ide-ide, pelatihan, dan dukungan, jaringan ini akan dikuatkan oleh seluruh Pramuka

Jaringan ini terinspirasi oleh World Scout Commitee (WSC) dan diatur oleh World Scout Bureau  (WSB). Jaringan ini dikendalikan oleh sukarelawan remaja sedunia dan dapat dilakukan oleh semua Pramuka yang melaksanakan proyek perdamaian.

Messenger of Peace Support Fund akan menyediakan dukungan keuangan untuk proyek-proyek pelayanan dan inisiatif Pramuka seluruh dunia. Badan ini memungkinkan Pramuka yang berada di negara miskin untuk melaksanakan proyek penting yang dapat merubah berbagai komunitas.

Badan dana ini memiliki lima kategori pekerjaan: (1) pelatihan dengan berdialog; (2) dukungan untuk proyek perdamaian yang spesifik; (3) dukungan untuk masyarakat muda yang tinggal dalam area konflik; (4) penguatan kemampuan; (5) memasyarakatkan Messenger of Peace Global Network.

Siap Membuat Perbedaan?

Langkah pertama :
Berpikir tentang komunitas lokal di sekitar kita. Apa yang mengganggu keseimbangan kehidupan –apakah ada masalah pemerintah, atau ketidakpercayaan di antara kelompok-kelompok yang berbeda, atau keadaan darurat pada kesehatan, atau penindasan di sekolah, atau adakah kelompok masyarakat yang terkucilkan atau marjinal– semua kemungkinan seperti di atas dapat saja kita temui.

Langkah kedua :
Putuskan apa yang kita lakukan untuk dapat menolong. Kegiatan ini boleh menjadi bagian program normal kegiatan kepramukaan atau sebagai bagian program pelayanan  komunitas Pramuka.

Langkah ketiga :
Daftar pada halaman website resmi Messenger of Peace untuk menyatakan tujuan dalam merubah dunia! Rencana tersebut akan ditempatkan pada sebuah peta, sehingga setiap orang dapat melihat dimana kita berada dan apa rencana yang akan kita lakukan.

Langkah keempat :
Menjaga komitmen dan semua teman Pramuka yang dapat memabantu kita untuk melakukannya. Ajaklah mereka untuk mendaftar dan menyebarkannya melalalui Facebook.

Sumber : www.scoutmessengers.com

4 Comments

Oleh-Oleh Refreshing di Ibu Kota

Perwakilan SMP Negeri 66 Jakarta (Kak Margo) Berjabat Tangan dengan Anggota DIMUT

Futsal Alumni Paskhas Bara vs Regu Semut

Setelah Upacara Penutupan dan Pengumuman Pemenang Lobak Galang 2012 di SMP Negeri 66 Jakarta, Regu Padi dan Regu Semut kembali ke basecamp. Kami membersihkan diri sesudah beristirahat sebentar. Kemudian shalat ashar berjamaah, dilanjutkan dengan acara santai. Perwakilan pihak SMP Negeri 66 Jakarta mengunjungi ruangan kami untuk menyampaikan terima kasih atas partisipasi kami, kami pun mengucapkan terima kasih karena telah memberikan fasilitas menginap, serta permohonan maaf karena kami telah merepotkan tuan rumah.

Alumni Paskhas Bara vs Regu Semut

Sekitar pukul 17.00 WIB, terdengar keriuhan di lapangan basket. Ternyata anggota Regu Semut sedang bermain futsal melawan alumni SMP Negeri 66 Jakarta. Regu Semut yang digawangi Yunan, Riko, Yahya, Dirgan, Irzam, serta Alfan sebagai Kiper mampu bermain kompak. Walaupun dari segi usia mereka lebih muda, namun tak membuat mereka menyerah. Apalagi didukung oleh rekan-rekan Regu Padi dari pinggir lapangan, membuat mereka tampil apik. Tiga gol tanpa balas adalah bukti bahwa kemampuan mereka tidak dapat disepelekan. Selidik punya selidik, ternyata sebagian besar anggota Regu Semut juga aktif di ekstrakurikuler sepak bola di sekolah. Futsal ini merupakan refreshing pertama di Ibu Kota.

Pemain Futsal Kedua Tim

JJS ke ITC Permata Hijau, Ditraktir Makan oleh Kak Gita

Sekitar pukul 17.30 WIB, keasyikan bermain futsal dihentikan oleh ajakan Kak Virgita (Wiradhika lulusan 2002) untuk jalan-jalan. Acara ini spontanitas usulan dari Kak Gita (panggilan akrabnya) yang ingin menjamu adik-adiknya di Jakarta, karena selama ini Kak Gita memang jarang berada di Malang, sehingga tidak dapat mendampingi DIMUT Amarasangga berlatih. Kompak mengenakan topi kerja, dan sandal japit bertali biru, Regu Padi dan Regu Semut antusias menerima tawaran langka tersebut. Selain mereka, ada pula Citra, mantan anggota Pramuka DIMUT Amarasangga yang pindah ke Jakarta ikut serta, juga Pembina dan Wiradhika lain, serta beberapa alumni SMP Negeri 66 Jakarta yang bersedia menjadi pemandu dalam jalan-jalan sore tersebut.

Sedang Bercengkrama di Depan D' Cost

 Dari lokasi SMP Negeri 66 Jakarta, kami berjalan kaki untuk menuju Jalan Raya. Ketika adzan Maghrib berkumandang, kami pun mampir terlebih dahulu ke Masjid An Nur untuk melaksanakan ibadah shalat Maghrib. Setelahnya, kami yang berjumlah sekitar 36, mencarter beberapa angkot untuk menuju sebuah tempat. Angkot berhenti di sebuah pusat perbelanjaan, yaitu ITC Permata Hijau. Tanpa canggung walaupun bersandal japit, kami menuju lokasi yang dimaksud Kak Gita, yaitu D’ Cost, sebuah restoran seafood.

Ketika kami sampai, suasanan restoran sedang ramai, sehingga kami harus mengantre terlebih dulu. Sambil menunggu, kami bercanda dan bercengkrama. Beberapa waktu kemudian kami menempati beberapa meja yang telah digabung menjadi dua meja besar, satu meja dikelilingi Regu Padi dan Regu Semut, sedangkan satu meja yang lain dikelilingi oleh Pembina, Wiradhika, dan alumni Paskhas Bara. Suasananya menjadi hiruk pikuk ketika kami mulai memesan makanan dan menunggu menu tersebut dihidangkan. Sampai beberapa lama, pramusaji mulai membawa pesanan kami, dan kami pun sibuk dengan piring di hadapan masing-masing.

Narsis di Tempat Umum, Regu Padi Eksis dengan Sandal Japitnya

Setelah selesai, kami keluar pusat perbelanjaan tersebut. Kami harus berjalan kaki sekitar satu kilometer terlebih dahulu untuk memudahkan mencarter angkot. Sehingga jarak tempuh dengan menggunakan angkot menjadi lebih singkat. Kami sampai di basecamp sekitar pukul 21.00.

Selanjutnya, kami mulai memeriksa, mengemas, dan merapikan barang-barang. Sekitar pukul 22.00 kami shalat isya sebelum tidur. Sayup-sayup terdengar Kakak-Kakak Wiradhika sedang sibuk mengerjakan soal-soal lomba. Rupanya Kakak-Kakak juga penasaran dengan bentuk soal lomba, atau kangen masa-masa Penggalang mereka.

Pukul 04.00 WIB, kami bangun pagi, membersihkan diri, dan melaksanakan Shalat Shubuh ketika adzan sudah berkumandang. Sambil memeriksa dan memastikan barang bawaan, kami juga membersihkan ruang kelas sehingga kondisinya sama seperti kami datang pertama kali. Selanjutnya kami menikmati makan bersama terkahir di SMP Negeri 66 Jakarta.

Pukul 06.00 kami berpamitan dengan Kak Margo, Pembina Paskhas Bara, kami berjalan kaki membawa barang bawaan menuju tempat parkir mobil carteran. Terdapat tiga buah mobil berwarna putih, yang sudah menunggu. Dua mobil mengangkut Regu Padi dan Regu Semut, didampingi oleh Pembina dan Wiradhika, sedangkan satu mobil digunakan untuk mengangkut barang bawaan.

Tak Lengkap ke Jakarta bila Tak ke Monas

Sambil beriring-iringan kami menikmati suasana Jakarta pada Senin Pagi yang sibuk itu. Rupanya sopir yang kami sewa cukup paham mengenai jalur-jalur padat, sehingga kami cukup beruntung tidak terjebak kemacetan, karena memilih jalur alternatif.

Berharap Cita-Cita Kami yang Setinggi Monas Dapat Tercapai

 Sekitar pukul 07.00 kami sudah sampai di Monas. Setelah memarkir mobil, kami berjalan kaki memasuki area Monas. Foto-foto menjadi kegiatan wajib.

Rupanya kami datang terlalu pagi, salah satu fasilitas yang terdapat di Monumen Nasional, yaitu museum, baru buka jam 09.00 WIB. Sedangkan waktu yang kami miliki untuk menikmati salah satu icon Jakarta tersebut terbatas.

Biru Dalam Kebersamaan, Melangkah Menuju Masa Depan

Sekitar pukul 08.30 kami meninggalkan Monas. Masih dengan mobil carteran yang sama, kami menuju suatu tempat yang tak jauh dari Monas, hampir setiap anggota Gerakan Pramuka ingin mendatanginya, Kantor Kwartir Nasional!

Lunas, Mengunjungi Kantor Kwarnas

Setelah memarkir mobil, sambil menunggu ijin pihak Protokol, kami menunggu di sekitar pintu masuk. Setelah beberapa saat, perwakilan pihak Protokol Kwarnas, yaitu Kak Murti, mempersilahkan rombongan kami masuk dan memimpin tour kami di Kantor Kwarnas hari itu.

Berfoto di Lobi kantor Kwarnas

Kami mengunjungi beberapa ruangan di Kantor Kwarnas. Setelah bersalaman dan berkenalan dengan penghuni ruangan, kami mendapat penjelasan tentang pekerjaan Kakak-Kakak di ruang tersebut. Kami juga mendapat oleh-oleh Tabloid Kwarnas ketika mengunjungi Kantor Humas. Lily dan Yunan selaku pinru pun berkesempatan difoto oleh Kak Dina, salah satu Humas Kwarnas, rencananya foto dan profil kedua rekan kita tersebut akan ditampilkan pada Majalah Pramuka edisi mendatang.

Banyak pengetahuan yang kami dapatkan di hari itu. Salah satunya adalah gedung yang digunakan sebagai Kantor Kwarnas (Lantai 1 & 2) tersebut pembangunannya diprakarsai oleh Almarhumah Ibu Tien Soeharto dan merupakan hibah dari PT Pertamina Tbk.

Pukul 10.30 kami mengunjungi Kedai Pramuka yang letaknya di depan Kantor Kwarnas. Masing-masing dari kami mendapatkan sebuah buku catatan dengan gambar Baden Powell pada sampul depan. Tak lupa kami berbelanja beberapa atribut.

Ketika kami menuju tempat parkir, Kak Marlitha berpamitan untuk menuju Stasiun Gambir, karena akan kembali ke Bandung. Sekitar pukul 11.00 kami menuju Stasiun Pasar Senen, bersiap pulang ke Malang. Banyak hal yang kami dapatkan di Jakarta. Bersyukur sekali dapat memperoleh pengalaman luar biasa. Semoga kelak kami dapat kembali lagi ke Ibu Kota! (mar)

All Crews Lobak Galang 2012 Jakarta

Leave a comment

Download Bank Soal

Blog ini memberikan fasilitas bagi pengunjung untuk mengunduh soal-soal kepramukaan yang dibuat dan digunakan sebagai latihan oleh Pramuka Dimut Amarasangga. Diantaranya terdapat soal Pengetahuan Kepramukaan, Pengetahuan Umum, dan Sandi-Sandi.

Mohon, rekan-rekan dapat memberikan komentar atau apabila ada pertanyaan tentang soal tersebut, silahkan memberikan pertanyaan pada postingan ini. Soal-soal akan diperbarui secara berkala, jadi silahkan pantau terus ya…

Semoga bermanfaat :)

Fasilitas Download File

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 72 other followers