2 Comments

DIMUT, Never Ending Story!

goes to Tangkuban

Menjadi bagian dari DIMUT AMARASANGGA (dulu DIMUT ARSINESA) menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi saya. Walaupun sudah menjadi alumnus sejak tahun 2005, namun setiap momen bersama teman-teman seperjuangan tetap melekat dalam hati dan pikiran .

Saya masih ingat, ketika masih duduk di kelas VI SD, saya berkesempatan mengikuti Jambore Cabang di STPP Malang. Disitulah saya mengenal anggota DIMUT ARSINESA, karena sama-sama menjadi kontingen dari Kwarran Singosari. Melihat kakak-kakak SMP yang selalu bersemangat dan ceria dalam setiap kegiatan membuat saya kagum terhadap mereka, ditambah yel-yel yang atraktif membuat mereka begitu keren di mata saya.

Ketika saya melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Singosari, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengikuti ekstrakurikuler Pramuka, karena sejak SD saya memang berkecimpung dalam Kepramukaan Siaga dan Penggalang, sehingga jiwa kepanduan seolah-olah telah mendarah daging (sampai sekarang).

Perkemahan pertama sebagai anggota Pramuka DIMUT ARSINESA yaitu Penerimaan Gudep 26131-26132 Bulan Juli 2002 di SMP Negeri 1 Singosari, awal mula perkenalan dengan Pembina dan Kakak-Kakak senior. Berlanjut dengan Camp Track Peringatan HUT Pramuka ke-41 Kwarran Singosari, dimana saya diberi mandat menjadi pinru untuk regu yang terdiri dari teman-teman kelas 1.

Latihan demi latihan setiap hari Sabtu rutin saya ikuti. Berbagai macam skill kepramukaan saya pelajari dan perdalam dengan bimbingan dari pembina yaitu Kak Rizal dan Kak Mulyono. Acaranya beragam dan tidak membosankan, pernah suatu hari semua anggota Pramuka SMP Negeri 1 Singosari berlatih repling yaitu ketrampilan memanjat dan menuruni tali di Lemdica Kabupaten Malang (Sanggar Pramuka Lawang), acara tersebut sungguh menantang adrenalin. Awal Maret 2003, kami mengikuti Camp Track dari SMP menuju LPPUK Lawang yang berjarak kurang lebih 8 km, berangkat pukul 21.00 menyusuri jalur Malang-Surabaya, tentunya ada tes skill-skill keparamukaan di setiap pos yang ditentukan.

Agustus 2003, kami berpartisipasi dalam Camp Track HUT Pramuka ke-42 Kwarran Singosari. Di tahun yang sama saya bersama Mbak Intan dan Mbak Putri mengikuti Lomba Cerdas Tangkas Pramuka (LCTP) di Selorejo Malang, dan kami memenangkan Juara 1 Putri tingkat Kwarcab Kabupaten Malang. Hasil yang memuaskan walaupun persiapannya cukup singkat karena kami disibukkan juga dengan kegiatan Agustus-an di Kecamatan Singosari. Dua bulan kemudian saya beserta 9 teman-teman yang tergabung dalam Regu Padi mengikuti Lomba Pramuka Tingkat Penggalang (LPTP) VII Regional Jawa Timur yang diadakan SMK Negeri 1 Singosari, alhamdulillah kami mendapat Juara 1 Putri. Kejuaraan lain yang sempat saya ikuti adalah Lomba Senam Pramuka Kabupaten Malang, dimana kami berhasil mendapat juara 2. Terakhir Pekan Olah Raga, Seni, dan Kepramukaan di UIN Malang.

Selain acara di luar sekolah, Pramuka SMP Negeri 1 Singosari juga aktif mengadakan kegiatan intern, contohnya kegiatan kemah liburan yang dilaksanakan pada pergantian semester. Sumber Ngepoh Lawang adalah salah satu tempat dimana kami mengisi liburan dengan kegiatan yang bermanfaat dan penuh tantangan. Sedikit cerita, pada kemah liburan tersebut kami mendirikan tenda di lapangan belakang sebuah Sekolah Dasar, ketika tenda sudah berdiri, tiba-tiba turun hujan lebat. Kami sempat berteduh di bawah gedung sekolah, namun pada saat hujan reda, tenda kami basah kuyup dan tanahnya begitu becek. Dengan kondisi yang tidak memungkinkan, akhirnya kami sepakat untuk menggunakan sebuah ruangan di Balai Desa (yang letaknya di depan SD) yang tidak terpakai, tentunya dengan ijin dari Aparat Desa. Karena lokasi kami agak jauh dari pemukiman, dan menurut desas-desus daerah tersebut dikenal angker, maka ketika malam tiba kami bersama-sama membaca Surat Yasin. Namun hal itu tidak mengurangi keasyikan kami, justru membuat kegiatan semakin menarik, bahkan kami mengadakan jelajah malam di sekitar lokasi. Siangnya, kami mengunjungi sebuah sumber air bernama Krabyakan, airnya sangat jernih, sehingga kami tidak tahan untuk tidak menceburkan diri ke dalamnya.

Banyak sekali pengalaman dan kejadian-kejadian seru yang saya alami selama mengikuti kegiaatan kepramukaan, mengenal alam, menjadi lebih kuat dalam segala hal, mandiri, kreatif, menjalin persaudaraan, dan lain sebagainya.

Giat Panji adalah kegiatan yang sangat tidak bisa dilupakan bagi setiap generasi. Karena disitulah perjuangan keras demi menerima tongkat estafet kepengurusan Dewan Kerja Galang dari generasi sebelumnya. Bimbingan mental dan fisik begitu terasa, “nasi terpal” menjadi menu makan siang kami setelah menempuh perjalanan, disitulah mental kami digembleng habis-habisan. Begitu berat ketika dijalani, tapi manfaatnya sangat besar terasa saat ini. Sungguh berharga, kawan! Bintaro, Galung, Komang, Adris, Deby, Yanuarista, Luluk, Famulyowati, Riche, Intan, Rikha, Wulan adalah kawan seperjuangan saya dalam menjalani setiap proses transisi menjadi Pembela Panji DIMUT. Mas Ardhi, Mbak Intan Ardya, Mbak Putri, Mbak Selly, Mbak Dibry, Mbak Widya, Mbak Novita, Mbak Ana, Mbak Iin, Mbak Nisa adalah kakak-kakak kelas yang membimbing langsung saya dan teman-teman, hingga menggantikan posisi mereka menjadi DKG.

Susah senang kami hadapi bersama, berjuang membangun dan memajukan Pramuka, khususnya di SMP Negeri 1 Singosari. Setiap pulang sekolah kami menyempatkan diri berkumpul di Sanggar DIMUT yang berukuran 3 x 4 meter, membahas kegiatan selanjutnya, atau hanya bertukar pikiran, berusaha menyatukan hati, menjalin persaudaraan dan membangun kekompakan bersama.

Sungguh membaggakan apabila pada Upacara Bendera Hari Senin terdapat acara selingan, yaitu penyerahan piala dari Anggota DIMUT kepada Kepala Sekolah karena memenangkan suatu kejuaraan. Hal tersebut merupakan hasil kerja keras kami mengharumkan SMP Negeri 1 Singosari melalui bidang non-akademik.

Bu Rini (Dra. Trimurti Sisworini, Kepala Gudep 26131-26132 SMP Negeri 1 Singosari, sekaligus guru Bahasa Daerah) adalah ibu bagi anggota DIMUT, beliau selalu memberikan motivasi dan semangat agar kami bisa maju. Beliau dengan senang hati membuka pintu rumahnya lebar-lebar, mempersilahkan kami menjadikan rumahnya basecamp, terutama ketika menjadi alumnus. Pertengahan 2008, ketika saya akan berangkat merantau, beliau memberikan wejangan-wejangan kepada saya, salah satunya bahwa ketika jiwa Pramuka sudah melekat dan mendarah daging pada jiwa kita, dimanapun kita berada maka kita akan mampu bertahan, di medan sulit sekalipun.

Ketika saya menceritakan pengalaman-pengalaman ini, saya berada beratus-ratus kilometer jauhnya dari tempat sejuta kenangan, tempat dimana saya bertemu orang-orang hebat yang begitu mencintai Pramuka. Bandung. Kota perjuangan saya yang sesungguhnya. Agustus 2008, saya berhasil mendapatkan beasiswa kuliah dari sebuah perusahaan produsen minuman kotak terkenal di Bandung. Suatu karunia tentunya, walaupun dengan begitu saya harus jauh dari keluarga, kerabat, sahabat, serta aktivis Pramuka di Kabupaten Malang. Itulah jalan hidup. Kita tidak akan pernah tahu kemana arah angin menerbangkan kita. Berusaha, berdoa, dan tawakal, hal terbaik yang patut kita lakukan.

Bersyukur, dua bulan libur kuliah membuat saya bisa pulang kampung. Bertemu adik-adik Pramuka DIMUT, yang ternyata telah berganti nama belakang menjadi DIMUT AMARASANGGA. Cukup membuat saya tersenyum ketika mengetahui sejarah dibalik bergantinya nama, dan terpilihnya AMARASANGGA. Buah pikir alumni yang masih ingin mengharumkan Pramuka SMP Negeri 1 Singosari di kancah Kepramukaan, melalui generasi-generasi penerusnya. Mas Arif, kakak kelas tiga tahun di atas saya, Dokter Muda yang cinta Pramuka, rela mondar-mandir Surabaya-Malang demi memantau adik-adik latihan. Mas Rizal “Keceng”, yang baru saya ketahui keeksisannya, ternyata masih peduli terhadap penerusnya. Mas Ardhi, yang sudah kembali dari Sulawesi, setia mengabadikan setiap momen yang terjadi dalam kegiatan DIMUT. Bryyan, yang menyempatkan diri mampir di Sanggar DIMUT ketika pulang sekolah, demi memberi pengarahan pada adik-adik. Masih banyak alumni-alumni yang baru saya ketahui keaktifannya dalam memotivasi dan mendukung adik-adik. Merekalah yang menginspirasi saya untuk kembali terjun di dunia Pramuka dengan cara yang berbeda, menjadi anggota tidak resmi, tidak tercatat dalam keanggotaan, tidak memiliki KTA, namun masih memiliki jiwa dan semangat yang sama seperti bertahun-tahun silam…

Tiga hari menginjakkan kaki di Malang, saya langsung berpartisipasi mengikuti rapat persiapan Penerimaan Anggota Gudep 26131-26132 Tahun 2009 Adik-adik rupanya asing melihat saya, namun begitu tahu, bahwa saya kakak kelas (beda 5 tahun) mereka, dan mantan Pratama Putri periode 2003-2004, kami langsung mudah akrab. Saya ketinggalan cukup banyak informasi mengenai perjuangan mereka mengharumkan almamater saya tersebut. Kemajuan mereka cukup pesat, peminat Pramuka yang senantiasa bertambah membuat mereka lebih bersemangat dalam berkarya. Sungguh keren! Angkat jempol buat mereka.

Selain itu, saya juga menemani mereka berkemah di Bunut Tunjungtirto Singosari dalam rangka HUT Pramuka ke-48 selama tiga hari dua malam. Cukup mengobati kerinduan saya tidur di atas rerumputan di bawah langit malam yang gelap. Sebelumnya, membimbing mereka berlatih intensif dua minggu. Banyak memori yang tidak ingin saya lewatkan begitu saja ketika berkemah bersama mereka, setiap kenangan saya coba resapi dan sungguh saya begitu senang dapat mengalaminya lagi..

Di arena Pramuka kita galang persatuan kita…

Di arena Pramuka kita galang persatuan kita…

Kalau malam kita kedingingan kalau siang kita kepanasan …

Tak peduli…. Yang penting Pramuka! Yang penting Pramuka…

Sepenggal yel-yel yang pernah saya dengar dari adik-adik begitu pas menggambarkan suasana hati saya. Kebahagiaan yang tak ternilai harganya…

Buka Bersama, menjadi acara yang tidak boleh saya lewatkan. Bertemu dengan alumni-alumni lain yang sudah lama hilang kontak, sambil mengingat masa-masa beberapa tahun lalu. Nongkrong bersama Wiradhika (sebutan untuk alumni DIMUT, saya juga baru tahu istilah tersebut beberapa bulan lalu) di sebuah hot spot area sambil ngopi sampai tengah malam, membahas apa saja yang berhubungan dengan Pramuka, kegiatan yang menyenangkan. Mencuci tenda di sekitar pemandian Kendedes dan rujakan bersama juga turut menjadi bagian dari pasca berkemah. Memantau adik-adik latihan sebagai persiapan Giat Prestasi Penggalang 2009 Kwarcab Kabupaten Malang, juga sempat saya lakukan di hari-hari terakhir masa liburan.

Bahkan sehari sebelum keberangkatan saya kembali ke Tanah Sunda, saya dan adik-adik sempat menghabiskan waktu bersama di Warung Agung (tempat makan fovorti adik-adik), dan mereka memberi saya sebuah tas pundak lucu (bikin terharu Dik!), sebagai kenang-kenangan. Sedih juga, tidak bisa ikut melihat perjuangan mereka di ajang lomba bulan ini. Tapi tenang Dik, kakak kalian ini selalu mendukung dan mendoakan kalian (bahkan pernah nangis gara-gara kangen kalian). Sukses selalu…

Untuk Ikhwan, Dana, Andre, Pi’in, Fikri, Udin, Ali, Riky, Reza, Panji, Nia, Endang, Neneng, Tiara, Verena, Riska (Cethoul), Tania, Heny, Evi, Retno, dan Ani… Salut untuk kalian Dik! Semangat jalani tahun terakhir di SMP. Ayo, yang sukses masuk 10 besar UN di SMP, sesuai janjiku dulu, dapat hadiah!!!

Untuk Fuad, Bimo, Bagus, Andaz, Rastra, Ega, Rifki, Wanda, Merry, Hatmi, Puji, Ifa, Indri, Aulia P., Aulia… Semangat menjadi the next DIMUT AMARASANGGA, bersiaplah meneruskan perjuangan kami!

Untuk adik-adik kelas sembilan, kalau bukan kalian, siapa lagi?!

Untuk WIRADHIKA, we are big family. Dimanapun kita berada, ketika kita kembali, Pramuka-lah yang menjadi mercusuar yang menuntun kita pulang, mengunjungi almamater SMP Negeri 1 Singosari, mengingat masa remaja yang terlalui dengan hal bermanfaat dan bukan kesia-siaan.

Bu Rini, yang selalu saya kagumi, dengan vespanya (yang membuat saya semakin kagum), terima kasih atas perjuangan dan inspirasinya selama ini. Saya tidak akan lupa, Bu.

Semua anggota Pramuka, pencinta Pramuka, dimanapun berada… Pramuka tidak pernah mati dan tidak akan mati. Masih banyak orang-orang yang peduli dengan Pramuka. Tetaplah jaya, sebagai bagian dari tonggak sejarah bangsa. Organisasi yang selalu konsisten dengan Dasa Darma dan Tri Satya-nya, non politik, nirlaba, favorit semua kalangan, kebanggaan kita bersama… Dukung program Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pramuka, be prepared. Be Scout, Be Proud!!! SALAM PRAMUKA!!!

Marlitha Giofenni

Bandung, 16 Oktober 2009

(kamar kost “AREMA ZONE” ; 23.30)

2 comments on “DIMUT, Never Ending Story!

  1. Dimut Amarasangga memang hebat, kami pernah ketemu di GPP 2009 Blitar. Loyalitas dan kapabilitas alumni seperti kakak-kakak ini memang sangat diperlukan demi kemajuan pramuka di sini dan secara nasional pada umumnya. Tetap semangat ya Kakak-Kakak di Gudep SMPN 1 Singosari. Sukses selalu.🙂

  2. Salam Pramuka,

    Sehubungan dengan adanya amanah pemberian award persahabatan kepada teman-teman blogger kepada kami. Kami berharap kesediaan Kakak untuk menerima 9 Award Persahabatan 2009 yang diamanahkan kepada kami, sebagai bentuk tali asih persahabatan dari para blogger.

    Terimakasih atas perhatian dan kesediaan Kakak. Semoga sukses selalu.

    Salam Pramuka.

    Take at: Bergulirlah Award Sahabat 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: