1 Comment

Giat Panji, Tradisi yang Tak Pernah Mati

Hampir setiap Gugus Depan mempunyai sesuatu yang khas sehingga menjadi sebuah pembeda dari Gudep lainnya. Misalnya nama regu yang unik (contohnya DIMUT yang merupakan singkatan dari Regu Padi dan Regu Semut), yel-yel yang semarak, energik dan atraktif, berbagai macam atribut pelengkap, serta acara-acara yang diselenggarakan. Semua itu adalah wujud dari kekreativitisan para Penggalang. Gerakan Pramuka Gudep 26131-26132 SMP Negeri 1 Singosari mempunyai sebuah acara yang selalu diadakan setiap tahunnya.

Sudah menjadi sebuah tradisi apabila sebelum menjadi DKG harus terlebih dahulu melalui sebuah acara yang disebut dengan Giat Panji. Ibaratnya acara tersebut telah menjadi ritual rutin setiap tahun dalam Gerakan Pramuka DIMUT AMARASANGGA, yang khusus diadakan menjelang pergantian pengurus DKG. Rasanya belum afdol apabila acara yang mulai ada sejak tahun 2001 tersebut tidak dilaksanakan.
Apabila ditilik dari sejarahnya, acara ini diprakarsai oleh para alumni yang mempunyai pemikiran bahwa dibutuhkan suatu simbol kebanggaan bagi anggota DIMUT, layaknya Garuda Pancasila yang menjadi simbol kedaulatan negara, namun dipakai dalam intern Pramuka SMP Negeri 1 SIngosari saja, tentunya yang tidak berkaitan dengan simbol Gerakan Pramuka yang telah ditetapkan Kwarnas. Maka dibuatlah dua buah bendera berwarnya merah berbentuk segitiga yang terdapat sebuah simbol DIMUT, dengan rincian siluet padi dan semut (lambang regu), bintang (melambangkan Pancasila), dua buah tunas kelapa, candi (Candi Singosari), angka 26131 – 26132 (nomor Gudep), dan lain-lain. Sebuah bendera panji diperuntukkan untuk regu putra dan yang lain untuk regu putri.
Acara yang masuk Program Kerja Tahunan ini melibatkan semua Anggotanya, terutama anggota kelas IX, yang akan melepas jabatan dan bertindak sebagai panitia dan anggota kelas VIII yang akan menggantikan kakak kelasnya menjadi DKG. Sedangkan anggota kelas VII sebagai penggembira, sedangkan Pembina serta WIRADHIKA menjadi pemantau acara.

Anggota DIMUT terlebih dahulu melakukan penjelajahan sesuai dengan rute yang telah ditentukan, dalam perjalanan terdapat berbagai macam pos dengan tugas tertentu, layaknya penjelajahan biasa. Namun di tempat tujuan akhir terdapat sebuah tugas bagi anggota DIMUT kelas VIII untuk memecahkan beberapa masalah bersama, sehingga mengarahkan pada pencarian dua buah panji tersebut. Dalam proses pencarian tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, dibutuhkan kerja keras, baik fisik maupun pikiran, sehingga pada akhirnya panji-panji tersebut dapat ditemukan dalam keadaan utuh.

Panji-panji tersebut secara simbolis merupakan tanggung jawab yang akan diemban oleh calon DKG selama satu periode kedepan, sehingga diharapkan DKG tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut karena dibutuhkan perjuangan ekstra dalam meraih kepercayaan dari Pembina, kakak kelas, serta alumni.

Giat Panji tahun ini diadakan pada tanggal 22 November 2009, dengan rute dari SMP Negeri 1 Singosari menuju Candi Sumberawan Singosari. Kita tunggu saja berita selanjutnya! <mar>

One comment on “Giat Panji, Tradisi yang Tak Pernah Mati

  1. salam pramuka…
    salam hangat untuk adik-adik dimut amarasangga….
    semoga dimut amarasangga tetap menjadi yang nomor 1…
    amiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: