6 Comments

Kunjungan dari Pinru Pertama Regu Padi – Semut

Sekitar pukul setengah sebelas siang hari kedua di tahun 2012 ini ada sebuah momen istimewa yang terjadi di Bhumi Amarasangga. Regu Padi dan Semut sedang berkutat dalam aktivitas masing-masing yaitu berlatih skill-skill yang akan dilombakan pada Gita Galang MAN 1 Malang seminggu berikutnya. Di tengah-tengah kesibukan mereka ada panggilan untuk berkumpul, seketika mereka menghentikan aktivitas untuk berlari menuju arah panggilan. Beberapa detik kemudian gerimis turun, Kak Rini yang kebetulan berada di lokasi latihan kemudian menginstruksikan adik didiknya untuk berteduh di koridor ruangan dekat Hall sebelah timur, sambil duduk dan dalam kondisi santai.

Kejutan. Dua tamu istimewa mengunjungi kami.  Tersebutlah Kak Anik Purnawati dan Kak Robertinus Supri, keduanya tak lain adalah Pinru pertama regu Padi dan Semut. Sebuah kesempatan yang luar biasa, akhirnya kami bisa mengetahui sejarah regu kebanggaan kami langsung dari perintisnya.

Learning by Doing, Doing by Teaching

Kak Anik dan Kak Supri adalah lulusan SMP Negeri 1 Singosari tahun 1984. Ini merupakan kedatangan pertama Kak Anik ke almamaternya untuk mengunjungi adik-adik Pramuka, beberapa waktu sebelumnya terjadi kontak antara Kak Anik dan Wiradhika melalui grup Amarasangga di situs jejaring sosial, Facebook. Sedangkan Kak Supri sendiri telah beberapa kali datang ke Bhumi Amarasangga.

Kak Anik yang saat ini menjabat sebagai Kapten Kowad pada sebuah kesatuan di daerah Malang menunjukkan antusiasmenya bahwa nama regu yang digagas pada tahun 1983 ini masih tetap eksis hingga sekarang. Keduanya pun bernostalgia bahwa dahulu kakak-kakak yang seusia dangan bapak-ibu kami ini pun sama seperti kami, mengenakan seragam Pramuka dan berlatih seperti kami sekarang.

Secara bergantian keduanya berbagi cerita tentang pengalaman menjadi Pramuka Penggalang. Pembina Pramuka ketika itu adalah Kak Juari (alm.) dan Kak Totok (alm.), Kak Anik, Kak Supri, dan rekan-rekannya berlatih Pramuka secara mandiri, tidak ada alumni yang membimbing. Namun disitulah tantangannya, bagaimana mengaplikasikan salah satu metode kepramukaan yaitu Learning by Doing, Doing by Teaching.

Filosofi Padi -Semut

Berikutnya adalah sejarah penamaan regu Padi dan Semut. Mungkin bagi sebagian orang ataupun Armada 7, 8, dan 9 bertanya-tanya, mengapa Padi, mengapa Semut? Padahal masih banyak nama-nama bunga dan hewan yang biasanya dipakai untuk nama regu, banyak bunga-bunga yang cantik, atau hewan-hewan yang perkasa, namun pilihan jatuh pada Padi dan Semut. Mengapa?

Kak Anik dan Kak Supri, Pinru Pertama Regu Padi - Semut

Rupanya Kak Anik, Kak Supri, dan rekan-rekan ketika itu tidak sembarangan memberi nama regu. Dibutuhkan filosofi mendalam rupanya. Padi, sebagai salah satu tanaman yang dibutuhkan untuk  makanan pokok, diharapkan anggota regu Padi dapat menjadi manfaat bagi sekitarnya, tak lupa juga dengan istilah “ilmu padi”, dimana mempunyai makna semakin berisi semakin merunduk, jadi semakin banyak pengetahuannya maka semakin rendah hati, tidak sombong. Selain itu, bulir-bulir padi pada tangkainya selalu bergerombol, menyiratkan kebersamaan sesama anggota regu. Juga simbol tangkai padi yang jatuh ke arah kanan, melambangkan arah menuju kebaikan.

Sedangkan filosofi semut, bisa kita simpulkan bahwa semut adalah hewan yang pandai, pandai membaca situasi, semut hidup secara berkoloni dan bekerja sama, mempunyai pimpinan sehingga kerjanya terarah, mengumpulkan makanan sebanyak-banyaknya ketika musim kemarau, makanan itu diperuntukkan untuk koloni bukan untuk diri sendiri. Dilihat dari fisik, semut mempunyai semacam antena sebagai alat indera, diharapkan regu Semut mampu peka terhadap lingkungan, dan alam sekitar. Dan kebiasaan semut yang terlihat selalu “menyapa” satu sama lain ketika bertemu pun menjadi salah satu sifat yang diharapkan mampu diterapkan dalam keseharian regu Semut. Begitu pemaparan dari Kak Supri.

Prestasi Harus, Pramuka Terus

Anggota Pramuka SMP Negeri 1 Singosari ketika itu membuat berbagai aturan untuk meningkatkan disiplin dan keakraban antar anggota. Salah satunya setiap bertemu sesama anggota dari kejauhan memberi tanda “tunas kelapa” dengan mengangkat tangan kanan. Ketika bertemu kakak tingkat memberi hormat dan salam pramuka. Setiap latihan Pramuka, mengenakan kacu merah putih ala Pramuka, kalau tidak mengenakan, maka ada hukuman 20 kali push up. Selain itu, anggota Pramuka juga punya semacam aturan untuk menjaga prestasi akademik, yaitu target 10 besar pada kelas masing-masing. Untuk mencapai itu, maka pada setiap kesempatan kakak-kakak alumni tersebut belajar bersama, bahkan pernah sambil berjalan juga. Apabila ada yang mendapat nilai jelek, maka anggota tersebut tidak diperkenankan mengikuti latihan Pramuka hingga mampu mendongkrak nilainya.

Cerita Kak Anik dan Kak Supri tentang jaman SMP Pramuka cukup membuat kami terpana, beberapa kali Kak Supri mengagetkan kami dengan seruan tepuk Pramuka, tepuk tunggal, dan lagu-lagu pendek.

Selain cerita, Kak Anik dan Kak Supri ingin kami sebagai penerus mereka tetap memegang teguh nilai-nilai filosofi regu Padi dan Semut yang kami banggakan. Juga menambah motivasi untuk melakukan perbaikan dalam menjiwai Pramuka. Karena menurut kakak-kakak, Pramuka dulu dan sekarang sudah berubah. Ya, tentu saja, karena waktu yang membuat sesuatu hal bergerak dinamis. Tentunya hal-hal baik harus tetap dipertahankan. Tugas kami mungkin lebih berat, karena mempertahankan dan meningkatkan apa yang sudah kakak-kakak rintis dahulu.

Sharing dalam suasana hujan siang itu dilanjutkan dengan tanya-jawab, Fauzi (mantan Pratama Putra, Armada 9) mengajukan pertanyaan tentang bagaimana cara menjaga kekompakan dalam regu, Lili (Pratama Putri, Armada 8) bertanya tentang bagaimana menjaga semangat, dan Yohana (Armada 9) bertanya bagaimana cara mempertahankan anggota. Semua pertanyaan dijawab berdasarkan pengalaman kakak-kakak tersebut. Intinya bagaimana kami dapat menciptakan semacam aturan yang kami putuskan secara musyawarah, dengan metode “punish and reward”, cuek dengan anggapan orang, sekalipun menganggap kami “aneh”, dan  menyatukan visi misi sebagai satu tim dalam regu.

Tak Canggung Ikut Pioneering

Karena sudah masuk waktu Dhuhur, maka acara sharing ditutup untuk memberikan kesempatan adik-adik untuk melaksanakan ibadah.  Kak Anik dan Kak Supri melanjutkan obrolan dengan Kak Rini, menceritakan perkembangan adik-adik dan loyalitas Wiradhika untuk terus mendampingi adik-adik walaupun sudah menjadi alumni.

Kak Supri di Tengah Armada

Untuk kedepannya Kak Anik dan Kak Supri mengharapkan ada semacam acara pengukuhan untuk anggota Pramuka baru, sebagai ucapan selamat datang. Selama ini memang ada acara Penerimaan Anggota Gudep setiap tahunnya yang menjadi akhir acara dalam rangkaian MOS, namun esensinya kurang begitu mengena, sehingga diperlukan acara khusus. Sejalan dengan harapan kakak-kakak lulusan 1984 tersebut, Wiradhika juga bermaksud mengadakan acara serupa mulai tahun 2012 ini.

Beberapa waktu berikutnya, ketika beberapa anggota Pramuka berlatih pioneering, tanpa rasa canggung, Kak Supri yang rapi dengan kemeja dan celana kain bahan kemudian bergabung dengan kelompok kecil tersebut, memberikan beberapa tips tentang pioneering. Tidak lama aksi Kak Supri tersebut berhasil menarik minat adik-adiknya lebih banyak.

Pukul 13.00 Kak Anik dan Kak Supri pamit, kami melepas keduanya dengan saling berjabat tangan. Tanpa disadari kedatangan alumni seperti mereka mampu menguatkan keyakinan kami bahwa pilihan menjadi Pramuka adalah tepat. Kelak kami akan merasakan manfaatnya, seperti cerita alumni tersebut. Bersyukur rasanya bahwa orang-orang yang kami anggap sukses tersebut dulunya juga seperti kami, bercelana / mengenakan rok pendek, berlatih keras, pernah kehujanan dan kepanasan. Dari cerita mereka tergambar, bahwa Pramuka itu memang eksklusif! (mar)

6 comments on “Kunjungan dari Pinru Pertama Regu Padi – Semut

  1. Wah sungguh pengalaman yang luar biasa bisa bertemu kak Ani dan Kak Supri.
    Semoga adik2 penerus perjuangan beliau bisa melanjutkan organisasi pramuka Amarasangga menjadi lebih baik dan bisa tetap menjaga tradisi2 yang sudah berjalan turun-temurun.
    Bangga sekaligus senang bisa menjadi bagian dari Amarasangga.

  2. Keluar kt blh bangga, tetapi kedalamnya kt HARUS tetap melatih n menggembleng mreka agar menjadi Pramuka yg Tangguh, Tanggap n Trengginas dimanapun n dlm kondisi apapun.
    Adlh tugas kt utk meyakinkan ade” bhw pilihan mreka utk ikut Pramuka adlh BENAR.

    • Baik kak!
      Kami akan berusaha mendidik adik2, membentuk karakter seorang pramuka sejati yang berlandaskan Dasa Dharma dan Tri Satya, meskipun mungkin dengan cara yang sedikit berbeda dengan masa kakak dulu.

  3. Like this,,,,

  4. Aku blom ketemu….T.T…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: