9 Comments

Dimut Amarasangga Road to Lobak Galang 2012 Paskhas Bara – SMP Negeri 66 Jakarta (2 habis)

Hari Minggu, 5 Februari pukul 03.00, satu per satu kami bangun dan membersihkan diri. Ruang kelas yang kami tempati lebih sibuk dari pada hari sebelumnya. Anggota Regu Padi dibantu Kak Gultom dan Kak Marlitha mengepang rambut, sedangkan yang lain menyiapkan tas berisi perlengkapan.

Kesibukan di Base Camp Saat Shubuh

Setelah siap, kami berbaris di depan kelas untuk berdoa dan mendapat wejangan dari Kak Rini serta dukungan dari Wiradhika.

Berjuang Mengibarkan Panji Dimut

Pukul 06.00 kami turun menuju tempat perlombaan, kedua Pinru Regu Padi dan Regu Semut menyerahkan administrasi kepada panitia. Kemudian kami sarapan nasi kotak di pinggir lapangan. Sekitar pukul 07.00 kami berbaris di lapangan untuk upacara pembukaan. Namun upacara baru dimulai beberapa saat setelahnya.

Pembina upacara adalah KaKwarcab Jakarta Selatan. Sedangkan petugas upacara adalah Pramuka Paskhas Bara. Upacara pembukaan yang berlangsung hikmat tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh pembina upacara. Peserta Lobak Galang 2012 terdiri dari 19 Regu Putra dan 27 Regu Putri.

Suasana Upacara Pembukaan

Kebanyakan berasal dari Kwarda DKI Jakarta, ada juga dari Kwarda Banten (SMP Negeri 3 Tangerang), Kwarda Jawa Barat (SMP Negeri 19 Bekasi), dan terjauh dari Kwarda Jatim (SMP Negeri 1 Singsosari dan SMP Negeri 3 Lawang).

Anggota Regu Padi dan Regu Semut Sedang Serius Mengerjakan Soal Semaphore

Setelah upacara, pelaksanaan lomba POS I dimulai. Terdapat empat mata lomba, yaitu Semaphore, Morse Peluit, Sandi, serta Pengetahuan Umum dan Pengetahuan Kepramukaan. Untuk dua mata lomba pertama dilakukan di lapangan basket secara bergantian. Sedangkan dua mata lomba terakhir pelaksanaannya dalam ruang kelas. Mata lomba – mata lomba ini mengalokasikan waktu rata-rata lima menit per mata lomba dan tiap mata lomba setiap regu mengirimkan dua orang anggota.

Sibuk Dengan Soal Morse Peluit

Setelah POS I selesai, peserta berkumpul kembali di lapangan untuk pelaksanaan POS II, mata lombanya adalah Kompas dan Survival, Topografi, Peta Pita, dan Peta Perjalanan. Petunjuk teknisnya masih sama dengan POS I, yaitu alokasi waktu lima menit, dan tiap regu mengirimkan delegasinya dua orang. Pelaksanaanya di ruang kelas.

Membuat Tandu Dalam Waktu 6 Menit

Selanjutnya POS III, TIK, Tali Temali, dan P3K dilaksanakan di ruang kelas. Sedangkan Mata Lomba Tandu dilaksanakan di sebuah SD yang letaknya di sekitar SMP Negeri 66 Jakarta dengan alokasi waktu enam menit.

Kemudian POS IV, yaitu Cinta Tanah Air, Tanaman Obat, dan Back to School, dilaksanakan di ruang kelas, dengan alokasi waktu lima manit, masing-masing lomba dikerjakan oleh dua orang setiap regunya.

LKBB Regu Padi dan Regu Semut

Sedangkan POS V, yaitu Lomba Ketrampilan Baris Berbaris, pelaksanaanya di lapangan basket yang telah dibagi menjadi dua, untuk Putra dan untuk Putri. Setiap regu menampilkan kemampuannya dalam berbaris pada area 7 x 7 meter, dimana aba-aba yang akan disampaikan oleh pinru telah diberikan panitia pada saat daftar ulang. Sedangkan alokasi waktunya adalah tujuh menit setiap regu.

Setelah kami melaksanakan setiap mata lomba, sekitar pukul 11.00 kami kembali ke basecamp, yaitu salah satu ruang kelas di lantai empat. Kami gunakan kesempatan itu untuk bercengkrama dengan beberapa alumni yang datang berkunjung, ada Kak Erla dan Kak Bayu (lulusan 2008) yang datang mengantarkan tiket Kereta Api Matarmaja untuk kepulangan kami, ada juga Kak Hamsah Fansuri (lulusan 2000), Kak Eddy (lulusan 1997), serta Kak Gita (lulusan 2002) yang datang kembali, setelah hari sebelumnya datang juga secara bersamaan  Kak Catur Ratna (lulusan 1999).

Kemudian, kami makan siang bersama serta melaksanakan ibadah shalat dhuhur secara berjama’ah. Sekitar pukul 13.00 kami kembali ke lapangan. Beberapa waktu setelahnya, kami berbaris. Ketika menunggu upacara penutupan dimulai, panitia memanggil Pinru Regu Padi dan Regu Semut. Ternyata kami diminta untuk tampil dihadapan rekan-rekan kami untuk menunjukkan kreativitas kami.

Atraksi Kolone Tongkat

Lima orang dari Regu Padi dan lima orang dari Regu Semut menampilkan sebuah dinamisasi regu, yang berisi kelihaian kami dalam kolone tongkat, yel-yel, dan membuat tower manusia, yang biasanya ada dalam pertunjukan cheerleader. Semua yang hadir di lapangan cukup terpukau oleh pertunjukan kami yang berdurasi kurang lebih tujuh menit tersebut. Tepuk tangan dan sorak sorai menjadi penyemangat kami dalam unjuk diri di ibukota tersebut. Kami meninggalkan arena dengan nyanyian “Salam Satu Jiwa”, rupanya banyak yang hafal dengan lagu Aremania itu.

Salah Satu Atraksi Andalan Dinamisasi Regu Dimut

Penampilan berikutnya adalah Tari Saman yang dibawakan oleh  delapan orang penari dan satu orang penyanyi siswi-siswi SMP Negeri 66 Jakarta. Begitu apik dan menarik pertunjukan mereka, kecepatan dan kekompakan dalam menggerakkan tangan, dipadu dengan suara penyanyi yang menggunakan Bahasa Aceh, menjadi hiburan menarik di siang terik hari itu.

Setelah upacara penutupan selesai, pengumuman pemenang dimulai. Kami mendapatkan penghargaan Terbaik Putra dalam Mata Lomba Back to School, serta dua piala partisipan untuk Regu Padi dan Regu Semut.

Kami tidak kecewa dengan hasilnya, karena banyak ilmu yang kami dapatkan dari lomba hari itu. Apalagi ini adalah pengalaman pertama kami lomba di daerah Jakarta. Banyak yang harus ditingkatkan, tolak ukur kami bukan lagi hanya daerah Kwarcab Malang atau Kwarda Jatim saja, kemampuan kami harus meningkat, seiring dengan adanya relasi dari Kwarda DKI Jakarta. Untuk kedepannya kami berharap dapat mengikuti lomba-lomba di Kwarda Jateng dan Jabar.

Kami sampaikan selamat kepada Juara Umum, yaitu SMP Negeri 19 Bekasi. Selain itu kami tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Keluarga Besar Pramuka Paskhas Bara, SMP Negeri 66 Jakarta yang telah bersedia mengundang kami untuk berpartisipasi dalam Lobak Galang 2012 serta menyiapkan tempat dan fasilitas menginap bagi kami. (mar)

Regu Padi dan Regu Semut Usai Lobak Galang 2012

9 comments on “Dimut Amarasangga Road to Lobak Galang 2012 Paskhas Bara – SMP Negeri 66 Jakarta (2 habis)

  1. kak, foto yg ada bndra panji nya itu pas bgt beby + yahya😀

  2. Ceritanya mengharukan…kayaknya seru yo sayang g bisa datang..huhuu

  3. Fica: ada apa kok nyebut nama saya
    hehe
    aku kangen smp 66 kak
    insyaallah kalau ikut lagi saya mau ikut mndampingi adik2

    • Semoga ada kesempatan lagi ya Kak Yahya, yang penting sisihkan aja duit, karena alumni berencana untuk kunjungan ke Kwarda Jabar dan Kwarda Jateng.
      Selamat belajar dan berjuang ya Kak Yahya🙂
      Btw, asyik nih fotonya, wkwkwk

  4. Pengalaman yang sangat mengesankan..😀
    Pengen lagiih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: