4 Comments

Oleh-Oleh Refreshing di Ibu Kota

Perwakilan SMP Negeri 66 Jakarta (Kak Margo) Berjabat Tangan dengan Anggota DIMUT

Futsal Alumni Paskhas Bara vs Regu Semut

Setelah Upacara Penutupan dan Pengumuman Pemenang Lobak Galang 2012 di SMP Negeri 66 Jakarta, Regu Padi dan Regu Semut kembali ke basecamp. Kami membersihkan diri sesudah beristirahat sebentar. Kemudian shalat ashar berjamaah, dilanjutkan dengan acara santai. Perwakilan pihak SMP Negeri 66 Jakarta mengunjungi ruangan kami untuk menyampaikan terima kasih atas partisipasi kami, kami pun mengucapkan terima kasih karena telah memberikan fasilitas menginap, serta permohonan maaf karena kami telah merepotkan tuan rumah.

Alumni Paskhas Bara vs Regu Semut

Sekitar pukul 17.00 WIB, terdengar keriuhan di lapangan basket. Ternyata anggota Regu Semut sedang bermain futsal melawan alumni SMP Negeri 66 Jakarta. Regu Semut yang digawangi Yunan, Riko, Yahya, Dirgan, Irzam, serta Alfan sebagai Kiper mampu bermain kompak. Walaupun dari segi usia mereka lebih muda, namun tak membuat mereka menyerah. Apalagi didukung oleh rekan-rekan Regu Padi dari pinggir lapangan, membuat mereka tampil apik. Tiga gol tanpa balas adalah bukti bahwa kemampuan mereka tidak dapat disepelekan. Selidik punya selidik, ternyata sebagian besar anggota Regu Semut juga aktif di ekstrakurikuler sepak bola di sekolah. Futsal ini merupakan refreshing pertama di Ibu Kota.

Pemain Futsal Kedua Tim

JJS ke ITC Permata Hijau, Ditraktir Makan oleh Kak Gita

Sekitar pukul 17.30 WIB, keasyikan bermain futsal dihentikan oleh ajakan Kak Virgita (Wiradhika lulusan 2002) untuk jalan-jalan. Acara ini spontanitas usulan dari Kak Gita (panggilan akrabnya) yang ingin menjamu adik-adiknya di Jakarta, karena selama ini Kak Gita memang jarang berada di Malang, sehingga tidak dapat mendampingi DIMUT Amarasangga berlatih. Kompak mengenakan topi kerja, dan sandal japit bertali biru, Regu Padi dan Regu Semut antusias menerima tawaran langka tersebut. Selain mereka, ada pula Citra, mantan anggota Pramuka DIMUT Amarasangga yang pindah ke Jakarta ikut serta, juga Pembina dan Wiradhika lain, serta beberapa alumni SMP Negeri 66 Jakarta yang bersedia menjadi pemandu dalam jalan-jalan sore tersebut.

Sedang Bercengkrama di Depan D' Cost

 Dari lokasi SMP Negeri 66 Jakarta, kami berjalan kaki untuk menuju Jalan Raya. Ketika adzan Maghrib berkumandang, kami pun mampir terlebih dahulu ke Masjid An Nur untuk melaksanakan ibadah shalat Maghrib. Setelahnya, kami yang berjumlah sekitar 36, mencarter beberapa angkot untuk menuju sebuah tempat. Angkot berhenti di sebuah pusat perbelanjaan, yaitu ITC Permata Hijau. Tanpa canggung walaupun bersandal japit, kami menuju lokasi yang dimaksud Kak Gita, yaitu D’ Cost, sebuah restoran seafood.

Ketika kami sampai, suasanan restoran sedang ramai, sehingga kami harus mengantre terlebih dulu. Sambil menunggu, kami bercanda dan bercengkrama. Beberapa waktu kemudian kami menempati beberapa meja yang telah digabung menjadi dua meja besar, satu meja dikelilingi Regu Padi dan Regu Semut, sedangkan satu meja yang lain dikelilingi oleh Pembina, Wiradhika, dan alumni Paskhas Bara. Suasananya menjadi hiruk pikuk ketika kami mulai memesan makanan dan menunggu menu tersebut dihidangkan. Sampai beberapa lama, pramusaji mulai membawa pesanan kami, dan kami pun sibuk dengan piring di hadapan masing-masing.

Narsis di Tempat Umum, Regu Padi Eksis dengan Sandal Japitnya

Setelah selesai, kami keluar pusat perbelanjaan tersebut. Kami harus berjalan kaki sekitar satu kilometer terlebih dahulu untuk memudahkan mencarter angkot. Sehingga jarak tempuh dengan menggunakan angkot menjadi lebih singkat. Kami sampai di basecamp sekitar pukul 21.00.

Selanjutnya, kami mulai memeriksa, mengemas, dan merapikan barang-barang. Sekitar pukul 22.00 kami shalat isya sebelum tidur. Sayup-sayup terdengar Kakak-Kakak Wiradhika sedang sibuk mengerjakan soal-soal lomba. Rupanya Kakak-Kakak juga penasaran dengan bentuk soal lomba, atau kangen masa-masa Penggalang mereka.

Pukul 04.00 WIB, kami bangun pagi, membersihkan diri, dan melaksanakan Shalat Shubuh ketika adzan sudah berkumandang. Sambil memeriksa dan memastikan barang bawaan, kami juga membersihkan ruang kelas sehingga kondisinya sama seperti kami datang pertama kali. Selanjutnya kami menikmati makan bersama terkahir di SMP Negeri 66 Jakarta.

Pukul 06.00 kami berpamitan dengan Kak Margo, Pembina Paskhas Bara, kami berjalan kaki membawa barang bawaan menuju tempat parkir mobil carteran. Terdapat tiga buah mobil berwarna putih, yang sudah menunggu. Dua mobil mengangkut Regu Padi dan Regu Semut, didampingi oleh Pembina dan Wiradhika, sedangkan satu mobil digunakan untuk mengangkut barang bawaan.

Tak Lengkap ke Jakarta bila Tak ke Monas

Sambil beriring-iringan kami menikmati suasana Jakarta pada Senin Pagi yang sibuk itu. Rupanya sopir yang kami sewa cukup paham mengenai jalur-jalur padat, sehingga kami cukup beruntung tidak terjebak kemacetan, karena memilih jalur alternatif.

Berharap Cita-Cita Kami yang Setinggi Monas Dapat Tercapai

 Sekitar pukul 07.00 kami sudah sampai di Monas. Setelah memarkir mobil, kami berjalan kaki memasuki area Monas. Foto-foto menjadi kegiatan wajib.

Rupanya kami datang terlalu pagi, salah satu fasilitas yang terdapat di Monumen Nasional, yaitu museum, baru buka jam 09.00 WIB. Sedangkan waktu yang kami miliki untuk menikmati salah satu icon Jakarta tersebut terbatas.

Biru Dalam Kebersamaan, Melangkah Menuju Masa Depan

Sekitar pukul 08.30 kami meninggalkan Monas. Masih dengan mobil carteran yang sama, kami menuju suatu tempat yang tak jauh dari Monas, hampir setiap anggota Gerakan Pramuka ingin mendatanginya, Kantor Kwartir Nasional!

Lunas, Mengunjungi Kantor Kwarnas

Setelah memarkir mobil, sambil menunggu ijin pihak Protokol, kami menunggu di sekitar pintu masuk. Setelah beberapa saat, perwakilan pihak Protokol Kwarnas, yaitu Kak Murti, mempersilahkan rombongan kami masuk dan memimpin tour kami di Kantor Kwarnas hari itu.

Berfoto di Lobi kantor Kwarnas

Kami mengunjungi beberapa ruangan di Kantor Kwarnas. Setelah bersalaman dan berkenalan dengan penghuni ruangan, kami mendapat penjelasan tentang pekerjaan Kakak-Kakak di ruang tersebut. Kami juga mendapat oleh-oleh Tabloid Kwarnas ketika mengunjungi Kantor Humas. Lily dan Yunan selaku pinru pun berkesempatan difoto oleh Kak Dina, salah satu Humas Kwarnas, rencananya foto dan profil kedua rekan kita tersebut akan ditampilkan pada Majalah Pramuka edisi mendatang.

Banyak pengetahuan yang kami dapatkan di hari itu. Salah satunya adalah gedung yang digunakan sebagai Kantor Kwarnas (Lantai 1 & 2) tersebut pembangunannya diprakarsai oleh Almarhumah Ibu Tien Soeharto dan merupakan hibah dari PT Pertamina Tbk.

Pukul 10.30 kami mengunjungi Kedai Pramuka yang letaknya di depan Kantor Kwarnas. Masing-masing dari kami mendapatkan sebuah buku catatan dengan gambar Baden Powell pada sampul depan. Tak lupa kami berbelanja beberapa atribut.

Ketika kami menuju tempat parkir, Kak Marlitha berpamitan untuk menuju Stasiun Gambir, karena akan kembali ke Bandung. Sekitar pukul 11.00 kami menuju Stasiun Pasar Senen, bersiap pulang ke Malang. Banyak hal yang kami dapatkan di Jakarta. Bersyukur sekali dapat memperoleh pengalaman luar biasa. Semoga kelak kami dapat kembali lagi ke Ibu Kota! (mar)

All Crews Lobak Galang 2012 Jakarta

4 comments on “Oleh-Oleh Refreshing di Ibu Kota

  1. seeeeeeeeeeeeeeeeppppppp :DDDD bagus banget kak…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: