2 Comments

Mengenang Hari Kelahiran Sang “Impeesa”

22 Februari, 155 tahun yang lalu, di Kota London Inggris, lahirlah seseorang yang sekarang kita kenal sebagai Bapak Pandu Dunia, Robert Stepenson Smyth Baden Powell. Tak ada salahnya kita mengenang perjalanan hidup Baden Powell, sebagai orang yang berjasa dalam menemukan dan mengembangkan gerakan kepanduan ini.

Baden Powell

Baden Powell anak ke-enam dari pasangan Prof. Domine Baden Powell (seorang guru besar Geometri di Universitas Oxford) dan Henrietta Grace Smyth (putri Admiral Kerajaan Inggris yang terkenal, William T. Smyth). Namun, pada usia tiga tahun telah menjadi yatim, sehingga Baden Powell dituntut hidup mandiri. Hal inilah yang membuatnya selalu bekerja keras, tidak mudah putus asa, dan penolong.

Tahun 1870 Baden Powell masuk ke Charterhouse School. Di sekolah ini, Baden Powell sangat populer, bukan hanya karena kepandaiannya, tetapi juga karena kegiatan-kegiatan lain yang digelutinya, diantaranya marching band, klub menembak, teater, melukis, dan sebagai kiper kesebelasan sekolah.

Tahun 1876, Baden Powell menamatkan sekolah, kemudian bergabung dengan Dinas Kemiliteran. Setelah lulus, Baden Powell ditempatkan di India, dengan pangkat Pembantu Letnan. Pengalamannya di ketentaraan inilah yang nantinya akan banyak mempengaruhi perkembangan berdirinya gerakan kepanduan di Inggris.

Selanjutnya Boden Powell berpindah-pindah tugas. Ketika berada di Afrika, Baden Powell banyak melakukan petualangan sehingga pengalamannya bertambah. Baden Powell pun mendapat julukan “Impeesa” dari suku-suku di Afrika, artinya adalah “serigala yang tidak pernah tidur”, hal ini merujuk pada sifanya yang waspada, cekatan, dan berani.

Tahun 1901,  Baden Powell kembali ke Inggris. Enam tahun kemudian, Baden Powell menghadiri perkemahan di Pulau Brownsea, inilah yang konon disebut perkemahan pertama. Tahun 1908, terbitlah sebuah buku Scouting for Boys, sebuah buku yang membuat perkembangan kepanduan menjadi besar.

Tahun 1910 Baden Powell pensiun dari dinas kemiliteran, dan berkonsentrasi penuh mengembangankan kepanduan ke seluruh dunia. Tahun 1912 Baden Powell menikah dengan Olave St. Clair Soames, dan dikaruniai tiga anak.

Regu Padi : Meneladani Sifat Baden Powell

Tahun 1920, para pandu sedunia berkumpul di Olympia, London, Inggris dalam acara Jambore Dunia Pertama. Pada tanggal 6 Agustus 1920, tepatnya hari terakhir jambore, Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Dunia (Chief Scout of the World). Baden Powell wafat pada tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya.

Baden Powell juga telah menulis puluhan buku tentang kepanduan serta pengalaman petualangannya semasa hidup. Selain itu Baden Powell juga mendapat banyak penghargaan di berbagai negara, penghargaan Warga Kehormatan dari berbagai kota, serta gelar kehormatan dari berbagai universitas.

Regu Semut : Bertualang, Kegemaran Baden Powell

Dari berbagai pengalaman dan perjalanan hidup Baden Powell, banyak sifatnya yang perlu kita teladani. Jasanya sangat besar, sehingga kepanduan ada seperti sekarang. (mar)

Sumber : Boyman

Link Baden Powell : http://id.wikipedia.org/wiki/Robert_Baden-Powell

Download Scouting for Boys

2 comments on “Mengenang Hari Kelahiran Sang “Impeesa”

  1. like this… semangat selalu… keteladanan beliau wajib kita ambil ……!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: