Jejak Dimut Amarasangga pada Gita Galang 2012

17 01 2012

Hari Minggu kedua di Bulan Januari, yaitu tanggal 8, sekitar pukul 04.30 satu persatu kami mulai berkumpul di sebuah ruangan kesiswaan dekat pintu gerbang SMP Negeri 1 Singosari. Kami harus mengalahkan rasa malas di pagi hari yang dingin itu untuk memenuhi kesepakatan jam berkumpul. Hari itu kami akan mengikuti Lomba Gita Galang yang diadakan oleh Gudep MAN 1 Malang.

Tampak Evi (depan), Agil, dan Sani Bersiap-Siap

Setelah sampai di SMP, kami mendapat beberapa macam aksesoris baru dari kakak-kakak Wiradhika. Salah satunya adalah setangan leher untuk Regu Padi yang dijahit sendiri oleh Kak Rini. Sekitar pukul 05.30 semua anggota Dimut Amarasangga yang akan mengikuti lomba tersebut sudah hadir. Beberapa Armada 9 dan Wiradhika yang sedianya akan mendampingi juga sudah datang. Kemudian kami baris per-regu secara berhadap-hadapan antara Regu Padi dan Regu Semut. Kami mendapat perintah dari kakak-kakak Wiradhika untuk duduk, dan mendapat bungkusan nasi dengan lauk ayam goreng. Sarapan itu disiapkan sendiri oleh Kak Rini.

Mengisi "bahan bakar" Sebelum Berjuang

Pukul 06.00, dua buah angkutan umum berwarna hijau muda memasuki halaman sekolah. Kami mengangkut peralatan yang telah disiapkan sehari sebelumnya ke dalam mobil dan kemudian berangkat.

Pukul 06.30 kami telah sampai di halaman MAN 1 Malang yang beralamat Jl. Baiduri Bulan No. 40 Malang. Baru beberapa regu saja yang hadir. Setelah daftar ulang, kami memasuki wilayah lomba. Kami memilih basecamp di depan ruangan kelas sebelah timur.

Sekitar pukul 07.00, dengan suasana mendung, apel pembukaan dimulai. Dari informasi yang disampaikan oleh pembina apel, Gita Galang tersebut diadakan dalam rangka memperingat hari jadi sekolah yang ke-33 tahun. Selain Gita Galang untuk Pramuka, pada hari itu diadakan pula lomba-lomba untuk bidang lain.

Setelah apel selesai, kami beristirahat sejenak. Sambil mempersiapkan diri mengikuti mata lomba, pinru Regu Padi dan Regu Semut berkumpul karena ada briefing dari panitia. Setelah kembali, pinru Regu Padi dan Regu Semut menyampaikan lokasi perlombaan. Pada pendaftaran yang dilakukan beberapa minggu sebelumnya, Regu Padi mendapat no. urut 16, sedangkan Regu Semut mendapat no. urut 25.

Setelah ada instruksi dari panitia, kami pun menuju area lomba. Mata lomba yang akan dilaksanakan adalah FBB dan disambung dengan Yel-Yel. Untuk putra berada di lapangan basket, sedangkan putri di lapangan sebelah utara. Satu-persatu setiap regu tampil. Sampai pada gilirannya Regu Padi menunjukkan performa yang telah dilatih selama liburan semester ganjil saat itu.

Setelah melakukan tugas FBB dan Yel-Yel, enam orang anggota Regu Padi yaitu Beby, Yani, Hanis, Rara, Ririn, dan Rizki menuju lantai dua untuk mengikuti mata lomba Senam Pramuka, sedangkan Lily, Evi, Sani, dan Azizah bersama Wiradhika turut memberi dukungan kepada Regu Semut.

Tak berapa lama, giliran Regu Semut unjuk aksi. Momen yang ditunggu adalah saat atraksi tower manusia dengan formasi 3-2-1 yang sukses ditunjukkan mereka, membuat suasana semarak.  Kemudian, Agil, Ardi, Alfan, Dana, Kukuh, dan Irzam menuju lokasi lomba Senam Pramuka.

Alfan (belakang) dan Ardi Berada di Puncak

Setelah menyelesaikan tiga mata lomba tersebut, kami beristirahat. Kami bersama-sama menuju masjid yang berada di lantai satu, untuk melaksanakan ibadah shalat dhuhur berjama’ah. Selanjutnya kami menyantap bekal yang kami bawa dari rumah.

Sekitar pukul 13.00 kegiatan selanjutnya dimulai. Giliran Lily dan Yunan yang mendapat bagian dalam mata lomba Tes Tulis. Aziza, Evi, dan Sany (Regu Padi), serta Aris, Dirgan, dan Yahya (Regu Semut) menuju lapangan tempat diselenggarakannya Pioneering. Sedangkan anggota yang lain mendukung dari pinggir lapangan. Dalam waktu satu jam, para peserta mengerahkan segenap kemampuan mereka dalam bidang rancang bangun jembatan.

Evi, Sani, dan Aziza dalam Rancang Bangun Jembatan

Semua mata lomba selesai dilaksanakan mejelang Ashar. Setelah berisitirahat sebentar, kami menuju masjid untuk shalat berjamaah. Setelah selesai shalat, kami berbaris untuk apel penutupan dalam suasana gerimis.

Saat yang paling mendebarkan pun datang, yaitu pengumuman juara. Dari hasil yang diumumkan, Regu Semut mendapatkan Juara I pada mata lomba FBB, Yel-Yel, Senam Pramuka, dan Tes Tulis, dan Juara III pada Pioneering. Sedangkan Regu Padi memperoleh juara III pada Senam Pramuka. Walau tidak mendapatkan Juara Umum, namun hasil tersebut tidak mengurangi rasa syukur kami.

Wiradhika, Nostalgia Mengenang Masa Penggalang

Kami menyempatkan diri memberi selamat kepada pangkalan yang mendapat juara umum, selanjutnya dengan berbaris kami meninggalkan lokasi perlombaan, diiringi para pendamping kami yang tak lain adalah Kak Rini dan Wiradhika. Dengan menaiki mobil yang sama, kami menuju SMP.

Menjelang Maghrib, kami sampai di Bhumi Amarasangga. Setelah briefing, kami menuju Musholla di area sekolah untuk melaksanakan ibadah shalat Maghrib berjama’ah. Kemudian kami bersantai sejenak, rupanya Kak Rini telah memanggil tukang bakso beserta gerobaknya. Dengan teratur kami mengambil mangkuk yang telah diatur oleh penjual bakso tersebut, menuju ruang kelas, dan menyantap bakso bersama. Sungguh hal yang menyenangkan.

Pukul 19.00 kami meninggalkan SMP dengan perut kenyang, dan sesungging senyum bahwa hari itu kami telah menunjukkan usaha kami, jerih payah kami yang telah mengorbankan liburan semester untuk berlatih. Kami yakin bahwa apa yang kami korbankan tidak akan sia-sia. Semoga pada kesempatan berikutnya, prestasi kami dapat meningkat. (mar)

All Crew Dimut Amarasanga on Gita Galang 2012





Kunjungan dari Pinru Pertama Regu Padi – Semut

2 01 2012

Sekitar pukul setengah sebelas siang hari kedua di tahun 2012 ini ada sebuah momen istimewa yang terjadi di Bhumi Amarasangga. Regu Padi dan Semut sedang berkutat dalam aktivitas masing-masing yaitu berlatih skill-skill yang akan dilombakan pada Gita Galang MAN 1 Malang seminggu berikutnya. Di tengah-tengah kesibukan mereka ada panggilan untuk berkumpul, seketika mereka menghentikan aktivitas untuk berlari menuju arah panggilan. Beberapa detik kemudian gerimis turun, Kak Rini yang kebetulan berada di lokasi latihan kemudian menginstruksikan adik didiknya untuk berteduh di koridor ruangan dekat Hall sebelah timur, sambil duduk dan dalam kondisi santai.

Kejutan. Dua tamu istimewa mengunjungi kami.  Tersebutlah Kak Anik Purnawati dan Kak Robertinus Supri, keduanya tak lain adalah Pinru pertama regu Padi dan Semut. Sebuah kesempatan yang luar biasa, akhirnya kami bisa mengetahui sejarah regu kebanggaan kami langsung dari perintisnya.

Learning by Doing, Doing by Teaching

Kak Anik dan Kak Supri adalah lulusan SMP Negeri 1 Singosari tahun 1984. Ini merupakan kedatangan pertama Kak Anik ke almamaternya untuk mengunjungi adik-adik Pramuka, beberapa waktu sebelumnya terjadi kontak antara Kak Anik dan Wiradhika melalui grup Amarasangga di situs jejaring sosial, Facebook. Sedangkan Kak Supri sendiri telah beberapa kali datang ke Bhumi Amarasangga.

Kak Anik yang saat ini menjabat sebagai Kapten Kowad pada sebuah kesatuan di daerah Malang menunjukkan antusiasmenya bahwa nama regu yang digagas pada tahun 1983 ini masih tetap eksis hingga sekarang. Keduanya pun bernostalgia bahwa dahulu kakak-kakak yang seusia dangan bapak-ibu kami ini pun sama seperti kami, mengenakan seragam Pramuka dan berlatih seperti kami sekarang.

Secara bergantian keduanya berbagi cerita tentang pengalaman menjadi Pramuka Penggalang. Pembina Pramuka ketika itu adalah Kak Juari (alm.) dan Kak Totok (alm.), Kak Anik, Kak Supri, dan rekan-rekannya berlatih Pramuka secara mandiri, tidak ada alumni yang membimbing. Namun disitulah tantangannya, bagaimana mengaplikasikan salah satu metode kepramukaan yaitu Learning by Doing, Doing by Teaching.

Filosofi Padi -Semut

Berikutnya adalah sejarah penamaan regu Padi dan Semut. Mungkin bagi sebagian orang ataupun Armada 7, 8, dan 9 bertanya-tanya, mengapa Padi, mengapa Semut? Padahal masih banyak nama-nama bunga dan hewan yang biasanya dipakai untuk nama regu, banyak bunga-bunga yang cantik, atau hewan-hewan yang perkasa, namun pilihan jatuh pada Padi dan Semut. Mengapa?

Kak Anik dan Kak Supri, Pinru Pertama Regu Padi - Semut

Rupanya Kak Anik, Kak Supri, dan rekan-rekan ketika itu tidak sembarangan memberi nama regu. Dibutuhkan filosofi mendalam rupanya. Padi, sebagai salah satu tanaman yang dibutuhkan untuk  makanan pokok, diharapkan anggota regu Padi dapat menjadi manfaat bagi sekitarnya, tak lupa juga dengan istilah “ilmu padi”, dimana mempunyai makna semakin berisi semakin merunduk, jadi semakin banyak pengetahuannya maka semakin rendah hati, tidak sombong. Selain itu, bulir-bulir padi pada tangkainya selalu bergerombol, menyiratkan kebersamaan sesama anggota regu. Juga simbol tangkai padi yang jatuh ke arah kanan, melambangkan arah menuju kebaikan.

Sedangkan filosofi semut, bisa kita simpulkan bahwa semut adalah hewan yang pandai, pandai membaca situasi, semut hidup secara berkoloni dan bekerja sama, mempunyai pimpinan sehingga kerjanya terarah, mengumpulkan makanan sebanyak-banyaknya ketika musim kemarau, makanan itu diperuntukkan untuk koloni bukan untuk diri sendiri. Dilihat dari fisik, semut mempunyai semacam antena sebagai alat indera, diharapkan regu Semut mampu peka terhadap lingkungan, dan alam sekitar. Dan kebiasaan semut yang terlihat selalu “menyapa” satu sama lain ketika bertemu pun menjadi salah satu sifat yang diharapkan mampu diterapkan dalam keseharian regu Semut. Begitu pemaparan dari Kak Supri.

Prestasi Harus, Pramuka Terus

Anggota Pramuka SMP Negeri 1 Singosari ketika itu membuat berbagai aturan untuk meningkatkan disiplin dan keakraban antar anggota. Salah satunya setiap bertemu sesama anggota dari kejauhan memberi tanda “tunas kelapa” dengan mengangkat tangan kanan. Ketika bertemu kakak tingkat memberi hormat dan salam pramuka. Setiap latihan Pramuka, mengenakan kacu merah putih ala Pramuka, kalau tidak mengenakan, maka ada hukuman 20 kali push up. Selain itu, anggota Pramuka juga punya semacam aturan untuk menjaga prestasi akademik, yaitu target 10 besar pada kelas masing-masing. Untuk mencapai itu, maka pada setiap kesempatan kakak-kakak alumni tersebut belajar bersama, bahkan pernah sambil berjalan juga. Apabila ada yang mendapat nilai jelek, maka anggota tersebut tidak diperkenankan mengikuti latihan Pramuka hingga mampu mendongkrak nilainya.

Cerita Kak Anik dan Kak Supri tentang jaman SMP Pramuka cukup membuat kami terpana, beberapa kali Kak Supri mengagetkan kami dengan seruan tepuk Pramuka, tepuk tunggal, dan lagu-lagu pendek.

Selain cerita, Kak Anik dan Kak Supri ingin kami sebagai penerus mereka tetap memegang teguh nilai-nilai filosofi regu Padi dan Semut yang kami banggakan. Juga menambah motivasi untuk melakukan perbaikan dalam menjiwai Pramuka. Karena menurut kakak-kakak, Pramuka dulu dan sekarang sudah berubah. Ya, tentu saja, karena waktu yang membuat sesuatu hal bergerak dinamis. Tentunya hal-hal baik harus tetap dipertahankan. Tugas kami mungkin lebih berat, karena mempertahankan dan meningkatkan apa yang sudah kakak-kakak rintis dahulu.

Sharing dalam suasana hujan siang itu dilanjutkan dengan tanya-jawab, Fauzi (mantan Pratama Putra, Armada 9) mengajukan pertanyaan tentang bagaimana cara menjaga kekompakan dalam regu, Lili (Pratama Putri, Armada 8) bertanya tentang bagaimana menjaga semangat, dan Yohana (Armada 9) bertanya bagaimana cara mempertahankan anggota. Semua pertanyaan dijawab berdasarkan pengalaman kakak-kakak tersebut. Intinya bagaimana kami dapat menciptakan semacam aturan yang kami putuskan secara musyawarah, dengan metode “punish and reward”, cuek dengan anggapan orang, sekalipun menganggap kami “aneh”, dan  menyatukan visi misi sebagai satu tim dalam regu.

Tak Canggung Ikut Pioneering

Karena sudah masuk waktu Dhuhur, maka acara sharing ditutup untuk memberikan kesempatan adik-adik untuk melaksanakan ibadah.  Kak Anik dan Kak Supri melanjutkan obrolan dengan Kak Rini, menceritakan perkembangan adik-adik dan loyalitas Wiradhika untuk terus mendampingi adik-adik walaupun sudah menjadi alumni.

Kak Supri di Tengah Armada

Untuk kedepannya Kak Anik dan Kak Supri mengharapkan ada semacam acara pengukuhan untuk anggota Pramuka baru, sebagai ucapan selamat datang. Selama ini memang ada acara Penerimaan Anggota Gudep setiap tahunnya yang menjadi akhir acara dalam rangkaian MOS, namun esensinya kurang begitu mengena, sehingga diperlukan acara khusus. Sejalan dengan harapan kakak-kakak lulusan 1984 tersebut, Wiradhika juga bermaksud mengadakan acara serupa mulai tahun 2012 ini.

Beberapa waktu berikutnya, ketika beberapa anggota Pramuka berlatih pioneering, tanpa rasa canggung, Kak Supri yang rapi dengan kemeja dan celana kain bahan kemudian bergabung dengan kelompok kecil tersebut, memberikan beberapa tips tentang pioneering. Tidak lama aksi Kak Supri tersebut berhasil menarik minat adik-adiknya lebih banyak.

Pukul 13.00 Kak Anik dan Kak Supri pamit, kami melepas keduanya dengan saling berjabat tangan. Tanpa disadari kedatangan alumni seperti mereka mampu menguatkan keyakinan kami bahwa pilihan menjadi Pramuka adalah tepat. Kelak kami akan merasakan manfaatnya, seperti cerita alumni tersebut. Bersyukur rasanya bahwa orang-orang yang kami anggap sukses tersebut dulunya juga seperti kami, bercelana / mengenakan rok pendek, berlatih keras, pernah kehujanan dan kepanasan. Dari cerita mereka tergambar, bahwa Pramuka itu memang eksklusif! (mar)





Riko Yudha Agustian dan Liliany Angela Aprilia, Pasangan Pratama Terpilih Pilprat 2011

15 12 2011

” Mari Kak, isi daftar tamu dulu, silahkan…. ” sambut seorang petugas penerima tamu kepada beberapa undangan yang tampaknya rombongan alumni.

Yups…hari itu tanggal 26 November 2011 di pangkalan SMP Negeri 1 Singosari, yang konon menjadi sekolah favorit di kecamatan Singosari kabupaten Malang tersebut sedang digelar kegiatan Pemilihan Pratama Puteri Putera Pramuka Penggalang. Markas besar regu Padi dan regu Semut ini akan menentukan siapa pemimpin dewan galang periode 2011-2012 nanti. Dihadiri oleh beberapa punggawa alumni DIMUT Amarasangga dan Ketua Gudep SMPN 1 Singosari Kak Rini juga pembantu pembina yang baru Kak Hendra.
” Nah sekarang waktunya memperkenalkan para kandidat calon pratama kita. Untuk masing masing calon kami persilahkan maju ke depan secara bergantian memperkenalkan diri dan menyampaikan visi misinya secara singkat kepada hadirin. Silahkan dimulai dari yang putera…” Sambut moderator acara saat itu Kak Rizal.
Dalam Pilprat kali ini ada 4 kandidat yaitu 2 putera dan 2 puteri. Mereka adalah Riko dan Yahya dari regu putera, Evi dan Liliani dari regu puteri. Suasana cukup ramai ketika masing – masing kandidat memperkenalkan diri. Para pendukung masing – masing kandidat saling memberikan semangat. Dan sampai akhirnya saat pemilihan, panitia memberikan kertas suara kepada seluruh peserta yang hadir. Diawali oleh kandidat sendiri yang mencontreng kertas suara dilanjutkan oleh anggota dan undangan. Total suara kali ini adalah 53 suara. Saatnya perhitungan suara…..
Riko Yudha A.A ( 32 suara )
Rizky Yahya ( 21 suara )
Liliany Angela A ( 50 suara )
Evi Nidia P ( 3 suara )
Perolehan suara yang cukup fantastis diperoleh Liliany Angela. Hampir 100% suara. Dengan demikian usai sudah pemilihan pratama kali ini. Sebagai hasilnya Riko sebagai Pratama Putera dan Liliany sebagai Pratama Puteri. Tetapi ada hal baru dalam kepengurusan tahun ini, yaitu tidak adanya Wakil Pratama. Nah loh..???
” Dalam SK Kwarnas tentang susunan Dewan Kerja Galang tidak ada Wakil Pratama. Jadi untuk kali ini mari kita kembalikan struktur organisasi yang benar sesuai peraturan yang berlaku ” jelas Kak Hendra yang memberikan sambutan pada penutupan acara. Acarapun ditutup dengan do’a yang dipimpin Kak Rini.
Semoga dengan Pratama yang baru ini bisa menjadikan DIMUT Amarasangga jadi lebih berprestasi dan bisa membawa nama harum Pangkalan SMPN 1 Singosari di event Pramuka Internasional. Amiieennn…
” SIAPA KITA….DIMUT..DIMUT…DIMUT….EA..EA..EA…PISS “
ED>





Satu Lagi, Ketum OSIS Jebolan Ekskul Pramuka

15 12 2011

Tiga Calon dari DIMUT Amarasangga

Bulan Desember 2011 kemarin, OSIS SMP Negeri 1 Singosari punya acara tahunan. Pemilihan Ketua Umum OSIS dilangsungkan untuk menentukan siapa yang berhak memegang tongkat estafet kepemimpinan organisasi kesiswaan ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, muncullah beberapa nama yang dicalonkan sebagai Ketua Umum OSIS, biasanya calon-calon ini merupakan pengurus OSIS periode sebelumnya yang dianggap berkompeten untuk mengikuti pencalonan, namun ada juga yang berasal dari siswa kelas VII.

Pada pencalonan kali ini, dari tujuh orang Calon Ketua Umum OSIS, tersebutlah beberapa nama yang kebetulan menjadi anggota DIMUT Amarasangga, yaitu Evi Nidia Purnamasari, Liliany Angela Aprilia, dan Rizki Yahya. Proses berikutnya adalah dengan kampanye. Teknisnya yaitu dengan menyampaikan visi dan misi di hadapan seluruh siswa, tempatnya di mimbar sebelah lapangan basket, yang selama ini digunakan sebagai mimbar pembina upacara bendera setiap hari senin. Rupanya pencalonan ketiga aktivis Pramuka ini didukung oleh rekan-rekan DIMUT Amarasangga. Baik Armada 7, Armada 8, dan Armada 9 mempromosikan calon dari ekskul Pramuka ini.

Selanjutnya, pemilihan umum yang dilakukan oleh seluruh siswa SMP Negeri 1 Singosari. Perolehan suara tertinggi diraih oleh Rizki Yahya, namun sistem pengangkatan Ketua Umum tidak ditentukan oleh pemilu saja. Para calon juga harus menunjukkan performanya dalam acara debat, selain itu ada semacam rapat antara panitia pemilihan dan Guru Kesiswaan, dengan menimbang berbagai macam hal, akhirnya jabatan Ketua Umum OSIS diberikan kepada Evi Nidia P., sedangkan Rizki Yahya mejabat sebagai Ketua I, dan Liliany Angela menjadi Ketua Sie Berkepribadian Unggul, Wawasan Kebangsaan, dan Bela Negara.

Mengenal Lebih Dekat Ketua Umum OSIS

Evi Nidia (tengah), Satu dari Sekian Ketua Umum OSIS Jebolan Pramuka

Dalam kampanyenya, salah satu Armada 8 kelahiran Malang, 8 Mei 1997 ini, mempunyai Visi menegakkan 3 T, yaitu tidak takut kegagalan, tidak takut untuk mencoba, dan tidak memvonis diri “tidak bisa”. Walau dalam pemilu Evi kalah suara dengan rivalnya sesama anggota DIMUT Amarasangga, Yahya, tapi dalam hasil musyawarah yang dilangsungkan Evi mendapat kepercayaan untuk menjadi Ketua Umum OSIS periode 2011-2012.

Sulung dari dua bersaudara ini mengaku bahwa dalam pencalonannya dalam Pemilihan Ketua Umum OSIS ini didukung oleh Keluarga, Guru, Pembina Pramuka, rekan-rekan anggota DIMUT Amarasangga, dan Wiradhika. Dengan pengalaman dalam organisasi Pramuka selama ini, penyuka warna putih ini mengaku optimis dapat menjalankan tugas yang dibebankan kedepannya.  Menurutnya jiwa kepemimpinan dan bimbingan mental yang selama ini didapatkan di Pamuka akan menjadi bekal siswi yang doyan makan bakso tersebut.

Ketika disinggung mengenai bagaimana mengatur waktu mengenai dua organisasi yang dijalankan secara bersamaan, dara yang beralamat di Jl. PB. Sudirman No. 1 Karangploso Malang ini mengaku bahwa dirinya akan tetap aktif di Pramuka, disamping tanggung jawabnya yang besari di OSIS.

Ketua I yang Jago Pioneering

Sedangkan rival Evi, yaitu Yahya, tak merasa kecewa ketika tidak terpilih menjadi Ketua Umum, karena jabatannya sebagai Ketua I OSIS juga menuntut tanggung jawab yang besar, toh Ketua Umum tidak bisa bekerja sendiri, sehingga Ketua I beserta pengurus yang lain siap mendukung Ketua Umum dalam menjalankan Program Kerjanya.

Rizky Yahya, Ketua I OSIS

Menurut Yahya, pengalaman di Pramuka selama ini akan diterapkan dalam OSIS, salah satunya yaitu skill PBB yang dapat membentuk karakter siswa yang disiplin. Sedangkan sistem administrasi yang baik di OSIS, akan diterapkan pada Dewan Galang-nya di Pramuka, ujar Yahya setelah mengikuti Mata Lomba Pioneering di Lobak Galang MAN 1 Malang, Minggu, 8 Januari 2011 lalu.

Dukungan Pembina Pramuka dan Wiradhika

Menurut Kak Dra. Trimurti Sisworini selaku Ka Gudep dan Pembina Pramuka SMP Negeri 1 Singosari, kepercayaan yang diberikan kepada adik-adik didiknya ini merupakan hal yang bagus, beliau berharap agar  mereka dapat konsekuen dengan apa yang dilakukan dan harus dapat membuktikan kemampuannya.

Perwakilan Wiradhika, yaitu Kak dr. Hendarto Budiman berharap agar adik-adik dapat menjaga amanah, baik jabatannya di OSIS maupun dalam Dewan Galang. Selain itu kepandaian adik-adik dalam menentukan skala prioritas dan manajemen waktu juga turut menjadi andil dalam kesuksesan mereka dalam berorganisasi, selain itu waktu belajar yang semakin sedikit juga harus diantisipasi agar mereka tetap berprestasi dalam akademik.

Nama-Nama Ketum OSIS dari Pramuka

Berdasarkan penelusuran sejarah, sebelumnya, terdapat beberapa nama Ketua Umum OSIS yang berasal dari ekskul Pramuka, diantaranya

  • Tri Rahmat Basuki (lulusan 1995)
  • Yunus Suyuti (lulusan 1996)
  •  Riski Sindu Wibowo (lulusan 1997)
  •  Eko Adi Nugroho (lulusan 1998)
  • Catur Ratna Wulandari (lulusan 1999)
  • Sukirno (lulusan 2003)
  • Galung Isya’ Nukasvianta Dewa (lulusan 2005)
  • Adhya Aji Pratama (lulusan 2007)
  • Putri Mei (lulusan 2009)

Hal ini membuktikan bahwa apa yang telah didapatkan di Pramuka ternyata menjadi nilai plus dari para calon, yang membuat kepercayaan rekan-rekan dan guru-guru jatuh pada anggota DIMUT tersebut. (mar)





10 Tahun sudah kau berkibar

14 12 2011

Kesan seram dan menakutkan sudah dirasakan oleh armada 8 ketika beranjak memasuki gerbang SMPN 1 Singosari. Pagi itu, 27 November 2011 berseragamkan pramuka lengkap dengan ransel doreng terpasang di punggung, mereka berjalan menuju lapangan basket dengan wajah penuh ketegangan. Ketakutan mereka bukan tidak beralasan, kisah seram dibalik setiap acara giat panji dari masing-masing angkatan sudah sering mereka dengar. Kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap tahun ini memang sengaja diadakan untuk menguji mental dan fisik calon pengurus DKG baru sebelum duduk di kursi kepengurusan.
Tahun 2011 ini Giat Panji berbentuk jelajah lintas medan dimana setiap regu akan melewati 4 Pos yang masing-masing Pos memilik tema dan tugas yang berbeda. Skill Competition, problem Solving, Character Building dan Outbond and Treasure merupakan tema yang diberikan oleh panitia dari kegiatan yang sudah menginjak tahun ke 10 ini.
Menapaki jalan dari Bhumi Amarasangga melewati Candi Singosari dan berakhir di Pemandian kendedes mereka tempuh setiap menit dan sesekali menyuarakan yel-yel kebanggan Amarasangga. Wajah mereka yang tegang berubah 180 derajat setelah mereka menyelesaikan tugas di Pos IV. Menemukan Bendera kebanggaan Panji DIMUT adalah klimaks dari giat yang diawasi langsung oleh Pembina satuan kita, Kak Hendra Datulang Tampi. Panji Kebesaran DIMUT ini merupakan simbol kebesaran pramuka SMPN 1 Singosari yang akan selalu berkibar di setiap kegiatan kepramukaan. Dengan kata lain, sebagai calon penerus DKG mereka harus bisa membawa nama baik nama Amarasangga di setiap kegiatan pramuka yang bersifat internal dan eksternal.
Selamat dan sukses kepada seluruh Armada 8 yang telah menyelesaikan tugas di Giat Panji kali ini. Jadikan setiap momen dari kegiatan ini menjadi pengalaman yang luar biasa berharga, banyak hal penting yang bisa diambil manfaat. Ingat KOMITMEN yang sudah kalian ucap dan janjikan.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.