2 Comments

Mengenang Hari Kelahiran Sang “Impeesa”

22 Februari, 155 tahun yang lalu, di Kota London Inggris, lahirlah seseorang yang sekarang kita kenal sebagai Bapak Pandu Dunia, Robert Stepenson Smyth Baden Powell. Tak ada salahnya kita mengenang perjalanan hidup Baden Powell, sebagai orang yang berjasa dalam menemukan dan mengembangkan gerakan kepanduan ini.

Baden Powell

Baden Powell anak ke-enam dari pasangan Prof. Domine Baden Powell (seorang guru besar Geometri di Universitas Oxford) dan Henrietta Grace Smyth (putri Admiral Kerajaan Inggris yang terkenal, William T. Smyth). Namun, pada usia tiga tahun telah menjadi yatim, sehingga Baden Powell dituntut hidup mandiri. Hal inilah yang membuatnya selalu bekerja keras, tidak mudah putus asa, dan penolong.

Tahun 1870 Baden Powell masuk ke Charterhouse School. Di sekolah ini, Baden Powell sangat populer, bukan hanya karena kepandaiannya, tetapi juga karena kegiatan-kegiatan lain yang digelutinya, diantaranya marching band, klub menembak, teater, melukis, dan sebagai kiper kesebelasan sekolah.

Tahun 1876, Baden Powell menamatkan sekolah, kemudian bergabung dengan Dinas Kemiliteran. Setelah lulus, Baden Powell ditempatkan di India, dengan pangkat Pembantu Letnan. Pengalamannya di ketentaraan inilah yang nantinya akan banyak mempengaruhi perkembangan berdirinya gerakan kepanduan di Inggris.

Selanjutnya Boden Powell berpindah-pindah tugas. Ketika berada di Afrika, Baden Powell banyak melakukan petualangan sehingga pengalamannya bertambah. Baden Powell pun mendapat julukan “Impeesa” dari suku-suku di Afrika, artinya adalah “serigala yang tidak pernah tidur”, hal ini merujuk pada sifanya yang waspada, cekatan, dan berani.

Tahun 1901,  Baden Powell kembali ke Inggris. Enam tahun kemudian, Baden Powell menghadiri perkemahan di Pulau Brownsea, inilah yang konon disebut perkemahan pertama. Tahun 1908, terbitlah sebuah buku Scouting for Boys, sebuah buku yang membuat perkembangan kepanduan menjadi besar.

Tahun 1910 Baden Powell pensiun dari dinas kemiliteran, dan berkonsentrasi penuh mengembangankan kepanduan ke seluruh dunia. Tahun 1912 Baden Powell menikah dengan Olave St. Clair Soames, dan dikaruniai tiga anak.

Regu Padi : Meneladani Sifat Baden Powell

Tahun 1920, para pandu sedunia berkumpul di Olympia, London, Inggris dalam acara Jambore Dunia Pertama. Pada tanggal 6 Agustus 1920, tepatnya hari terakhir jambore, Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Dunia (Chief Scout of the World). Baden Powell wafat pada tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya.

Baden Powell juga telah menulis puluhan buku tentang kepanduan serta pengalaman petualangannya semasa hidup. Selain itu Baden Powell juga mendapat banyak penghargaan di berbagai negara, penghargaan Warga Kehormatan dari berbagai kota, serta gelar kehormatan dari berbagai universitas.

Regu Semut : Bertualang, Kegemaran Baden Powell

Dari berbagai pengalaman dan perjalanan hidup Baden Powell, banyak sifatnya yang perlu kita teladani. Jasanya sangat besar, sehingga kepanduan ada seperti sekarang. (mar)

Sumber : Boyman

Link Baden Powell : http://id.wikipedia.org/wiki/Robert_Baden-Powell

Download Scouting for Boys

Leave a comment

Messenger of Peace Sebagai Gerakan Perubahan

Apa itu Messenger of Peace?

Di seluruh dunia, kepanduan (di Indonesia dikenal dengan Gerakan Pramuka) memiliki program-program kemanusiaan. Mereka menyelesaikan konflik-konflik di sekolah dengan mencegah penindasan (bullying), memantau program-program pendidikan, menolong orang miskin dan kelaparan, membuat solusi-solusi untuk masalah pemerintah, dan melaksanakan proyek pelayanan lainnya. Messenger of Peace  melaksanakan semua itu.

Logo Messengers of Peace

Setiap pandu (Pramuka) yang melaksanakan proyek pelayanan seperti contoh di atas disebut Messenger of Peace (pembawa pesan perdamaian). Bersama, kita dapat menciptakan jaringan Messenger of Peace  di seluruh dunia.

Semua dapat mengambil bagian sebagai Messenger of Peace yaitu dengan menjalankan proyek yang dapat membantu komunitas kita. Apakah kita melihat sebuah masalah dalam lingkungan kita? Dapatkah kita melakukan sesuatu untuk menyelesaikan masalah tersebut? Jika ya, kita dapat menjadi seorang Messenger of Peace juga. Jadi tunggu apa lagi?

Messenger of Peace memiliki dua elemen : pertama adalah Jaringan Global Messenger of Peace (The Messenger of Peace Global Network) dan Dukungan Dana Messenger of Peace (Messenger of Peace Support Fund)

Pada Jaringan Global Messenger of Peace adalah alat untuk menghubungkan para Pramuka. Dengan menggunakan media sosial, jaringan tersebut memperkenankan Pramuka untuk menunjukan proyek pelayanan mereka dan bertemu secara online untuk membagikan ide-ide mereka, menceritakan cerita-cerita mereka dan bekerja bersama untuk membangun kedamaian di dalam komunitas-komunitas. Melalui akses yang lebih besar untuk ide-ide, pelatihan, dan dukungan, jaringan ini akan dikuatkan oleh seluruh Pramuka

Jaringan ini terinspirasi oleh World Scout Commitee (WSC) dan diatur oleh World Scout Bureau  (WSB). Jaringan ini dikendalikan oleh sukarelawan remaja sedunia dan dapat dilakukan oleh semua Pramuka yang melaksanakan proyek perdamaian.

Messenger of Peace Support Fund akan menyediakan dukungan keuangan untuk proyek-proyek pelayanan dan inisiatif Pramuka seluruh dunia. Badan ini memungkinkan Pramuka yang berada di negara miskin untuk melaksanakan proyek penting yang dapat merubah berbagai komunitas.

Badan dana ini memiliki lima kategori pekerjaan: (1) pelatihan dengan berdialog; (2) dukungan untuk proyek perdamaian yang spesifik; (3) dukungan untuk masyarakat muda yang tinggal dalam area konflik; (4) penguatan kemampuan; (5) memasyarakatkan Messenger of Peace Global Network.

Siap Membuat Perbedaan?

Langkah pertama :
Berpikir tentang komunitas lokal di sekitar kita. Apa yang mengganggu keseimbangan kehidupan –apakah ada masalah pemerintah, atau ketidakpercayaan di antara kelompok-kelompok yang berbeda, atau keadaan darurat pada kesehatan, atau penindasan di sekolah, atau adakah kelompok masyarakat yang terkucilkan atau marjinal– semua kemungkinan seperti di atas dapat saja kita temui.

Langkah kedua :
Putuskan apa yang kita lakukan untuk dapat menolong. Kegiatan ini boleh menjadi bagian program normal kegiatan kepramukaan atau sebagai bagian program pelayanan  komunitas Pramuka.

Langkah ketiga :
Daftar pada halaman website resmi Messenger of Peace untuk menyatakan tujuan dalam merubah dunia! Rencana tersebut akan ditempatkan pada sebuah peta, sehingga setiap orang dapat melihat dimana kita berada dan apa rencana yang akan kita lakukan.

Langkah keempat :
Menjaga komitmen dan semua teman Pramuka yang dapat memabantu kita untuk melakukannya. Ajaklah mereka untuk mendaftar dan menyebarkannya melalalui Facebook.

Sumber : www.scoutmessengers.com

4 Comments

Oleh-Oleh Refreshing di Ibu Kota

Perwakilan SMP Negeri 66 Jakarta (Kak Margo) Berjabat Tangan dengan Anggota DIMUT

Futsal Alumni Paskhas Bara vs Regu Semut

Setelah Upacara Penutupan dan Pengumuman Pemenang Lobak Galang 2012 di SMP Negeri 66 Jakarta, Regu Padi dan Regu Semut kembali ke basecamp. Kami membersihkan diri sesudah beristirahat sebentar. Kemudian shalat ashar berjamaah, dilanjutkan dengan acara santai. Perwakilan pihak SMP Negeri 66 Jakarta mengunjungi ruangan kami untuk menyampaikan terima kasih atas partisipasi kami, kami pun mengucapkan terima kasih karena telah memberikan fasilitas menginap, serta permohonan maaf karena kami telah merepotkan tuan rumah.

Alumni Paskhas Bara vs Regu Semut

Sekitar pukul 17.00 WIB, terdengar keriuhan di lapangan basket. Ternyata anggota Regu Semut sedang bermain futsal melawan alumni SMP Negeri 66 Jakarta. Regu Semut yang digawangi Yunan, Riko, Yahya, Dirgan, Irzam, serta Alfan sebagai Kiper mampu bermain kompak. Walaupun dari segi usia mereka lebih muda, namun tak membuat mereka menyerah. Apalagi didukung oleh rekan-rekan Regu Padi dari pinggir lapangan, membuat mereka tampil apik. Tiga gol tanpa balas adalah bukti bahwa kemampuan mereka tidak dapat disepelekan. Selidik punya selidik, ternyata sebagian besar anggota Regu Semut juga aktif di ekstrakurikuler sepak bola di sekolah. Futsal ini merupakan refreshing pertama di Ibu Kota.

Pemain Futsal Kedua Tim

JJS ke ITC Permata Hijau, Ditraktir Makan oleh Kak Gita

Sekitar pukul 17.30 WIB, keasyikan bermain futsal dihentikan oleh ajakan Kak Virgita (Wiradhika lulusan 2002) untuk jalan-jalan. Acara ini spontanitas usulan dari Kak Gita (panggilan akrabnya) yang ingin menjamu adik-adiknya di Jakarta, karena selama ini Kak Gita memang jarang berada di Malang, sehingga tidak dapat mendampingi DIMUT Amarasangga berlatih. Kompak mengenakan topi kerja, dan sandal japit bertali biru, Regu Padi dan Regu Semut antusias menerima tawaran langka tersebut. Selain mereka, ada pula Citra, mantan anggota Pramuka DIMUT Amarasangga yang pindah ke Jakarta ikut serta, juga Pembina dan Wiradhika lain, serta beberapa alumni SMP Negeri 66 Jakarta yang bersedia menjadi pemandu dalam jalan-jalan sore tersebut.

Sedang Bercengkrama di Depan D' Cost

 Dari lokasi SMP Negeri 66 Jakarta, kami berjalan kaki untuk menuju Jalan Raya. Ketika adzan Maghrib berkumandang, kami pun mampir terlebih dahulu ke Masjid An Nur untuk melaksanakan ibadah shalat Maghrib. Setelahnya, kami yang berjumlah sekitar 36, mencarter beberapa angkot untuk menuju sebuah tempat. Angkot berhenti di sebuah pusat perbelanjaan, yaitu ITC Permata Hijau. Tanpa canggung walaupun bersandal japit, kami menuju lokasi yang dimaksud Kak Gita, yaitu D’ Cost, sebuah restoran seafood.

Ketika kami sampai, suasanan restoran sedang ramai, sehingga kami harus mengantre terlebih dulu. Sambil menunggu, kami bercanda dan bercengkrama. Beberapa waktu kemudian kami menempati beberapa meja yang telah digabung menjadi dua meja besar, satu meja dikelilingi Regu Padi dan Regu Semut, sedangkan satu meja yang lain dikelilingi oleh Pembina, Wiradhika, dan alumni Paskhas Bara. Suasananya menjadi hiruk pikuk ketika kami mulai memesan makanan dan menunggu menu tersebut dihidangkan. Sampai beberapa lama, pramusaji mulai membawa pesanan kami, dan kami pun sibuk dengan piring di hadapan masing-masing.

Narsis di Tempat Umum, Regu Padi Eksis dengan Sandal Japitnya

Setelah selesai, kami keluar pusat perbelanjaan tersebut. Kami harus berjalan kaki sekitar satu kilometer terlebih dahulu untuk memudahkan mencarter angkot. Sehingga jarak tempuh dengan menggunakan angkot menjadi lebih singkat. Kami sampai di basecamp sekitar pukul 21.00.

Selanjutnya, kami mulai memeriksa, mengemas, dan merapikan barang-barang. Sekitar pukul 22.00 kami shalat isya sebelum tidur. Sayup-sayup terdengar Kakak-Kakak Wiradhika sedang sibuk mengerjakan soal-soal lomba. Rupanya Kakak-Kakak juga penasaran dengan bentuk soal lomba, atau kangen masa-masa Penggalang mereka.

Pukul 04.00 WIB, kami bangun pagi, membersihkan diri, dan melaksanakan Shalat Shubuh ketika adzan sudah berkumandang. Sambil memeriksa dan memastikan barang bawaan, kami juga membersihkan ruang kelas sehingga kondisinya sama seperti kami datang pertama kali. Selanjutnya kami menikmati makan bersama terkahir di SMP Negeri 66 Jakarta.

Pukul 06.00 kami berpamitan dengan Kak Margo, Pembina Paskhas Bara, kami berjalan kaki membawa barang bawaan menuju tempat parkir mobil carteran. Terdapat tiga buah mobil berwarna putih, yang sudah menunggu. Dua mobil mengangkut Regu Padi dan Regu Semut, didampingi oleh Pembina dan Wiradhika, sedangkan satu mobil digunakan untuk mengangkut barang bawaan.

Tak Lengkap ke Jakarta bila Tak ke Monas

Sambil beriring-iringan kami menikmati suasana Jakarta pada Senin Pagi yang sibuk itu. Rupanya sopir yang kami sewa cukup paham mengenai jalur-jalur padat, sehingga kami cukup beruntung tidak terjebak kemacetan, karena memilih jalur alternatif.

Berharap Cita-Cita Kami yang Setinggi Monas Dapat Tercapai

 Sekitar pukul 07.00 kami sudah sampai di Monas. Setelah memarkir mobil, kami berjalan kaki memasuki area Monas. Foto-foto menjadi kegiatan wajib.

Rupanya kami datang terlalu pagi, salah satu fasilitas yang terdapat di Monumen Nasional, yaitu museum, baru buka jam 09.00 WIB. Sedangkan waktu yang kami miliki untuk menikmati salah satu icon Jakarta tersebut terbatas.

Biru Dalam Kebersamaan, Melangkah Menuju Masa Depan

Sekitar pukul 08.30 kami meninggalkan Monas. Masih dengan mobil carteran yang sama, kami menuju suatu tempat yang tak jauh dari Monas, hampir setiap anggota Gerakan Pramuka ingin mendatanginya, Kantor Kwartir Nasional!

Lunas, Mengunjungi Kantor Kwarnas

Setelah memarkir mobil, sambil menunggu ijin pihak Protokol, kami menunggu di sekitar pintu masuk. Setelah beberapa saat, perwakilan pihak Protokol Kwarnas, yaitu Kak Murti, mempersilahkan rombongan kami masuk dan memimpin tour kami di Kantor Kwarnas hari itu.

Berfoto di Lobi kantor Kwarnas

Kami mengunjungi beberapa ruangan di Kantor Kwarnas. Setelah bersalaman dan berkenalan dengan penghuni ruangan, kami mendapat penjelasan tentang pekerjaan Kakak-Kakak di ruang tersebut. Kami juga mendapat oleh-oleh Tabloid Kwarnas ketika mengunjungi Kantor Humas. Lily dan Yunan selaku pinru pun berkesempatan difoto oleh Kak Dina, salah satu Humas Kwarnas, rencananya foto dan profil kedua rekan kita tersebut akan ditampilkan pada Majalah Pramuka edisi mendatang.

Banyak pengetahuan yang kami dapatkan di hari itu. Salah satunya adalah gedung yang digunakan sebagai Kantor Kwarnas (Lantai 1 & 2) tersebut pembangunannya diprakarsai oleh Almarhumah Ibu Tien Soeharto dan merupakan hibah dari PT Pertamina Tbk.

Pukul 10.30 kami mengunjungi Kedai Pramuka yang letaknya di depan Kantor Kwarnas. Masing-masing dari kami mendapatkan sebuah buku catatan dengan gambar Baden Powell pada sampul depan. Tak lupa kami berbelanja beberapa atribut.

Ketika kami menuju tempat parkir, Kak Marlitha berpamitan untuk menuju Stasiun Gambir, karena akan kembali ke Bandung. Sekitar pukul 11.00 kami menuju Stasiun Pasar Senen, bersiap pulang ke Malang. Banyak hal yang kami dapatkan di Jakarta. Bersyukur sekali dapat memperoleh pengalaman luar biasa. Semoga kelak kami dapat kembali lagi ke Ibu Kota! (mar)

All Crews Lobak Galang 2012 Jakarta

Leave a comment

Download Bank Soal

Blog ini memberikan fasilitas bagi pengunjung untuk mengunduh soal-soal kepramukaan yang dibuat dan digunakan sebagai latihan oleh Pramuka Amarasangga. Diantaranya terdapat soal Pengetahuan Kepramukaan, Pengetahuan Umum, dan Sandi-Sandi.

Fasilitas Download File

9 Comments

Dimut Amarasangga Road to Lobak Galang 2012 Paskhas Bara – SMP Negeri 66 Jakarta (2 habis)

Hari Minggu, 5 Februari pukul 03.00, satu per satu kami bangun dan membersihkan diri. Ruang kelas yang kami tempati lebih sibuk dari pada hari sebelumnya. Anggota Regu Padi dibantu Kak Gultom dan Kak Marlitha mengepang rambut, sedangkan yang lain menyiapkan tas berisi perlengkapan.

Kesibukan di Base Camp Saat Shubuh

Setelah siap, kami berbaris di depan kelas untuk berdoa dan mendapat wejangan dari Kak Rini serta dukungan dari Wiradhika.

Berjuang Mengibarkan Panji Dimut

Pukul 06.00 kami turun menuju tempat perlombaan, kedua Pinru Regu Padi dan Regu Semut menyerahkan administrasi kepada panitia. Kemudian kami sarapan nasi kotak di pinggir lapangan. Sekitar pukul 07.00 kami berbaris di lapangan untuk upacara pembukaan. Namun upacara baru dimulai beberapa saat setelahnya.

Pembina upacara adalah KaKwarcab Jakarta Selatan. Sedangkan petugas upacara adalah Pramuka Paskhas Bara. Upacara pembukaan yang berlangsung hikmat tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh pembina upacara. Peserta Lobak Galang 2012 terdiri dari 19 Regu Putra dan 27 Regu Putri.

Suasana Upacara Pembukaan

Kebanyakan berasal dari Kwarda DKI Jakarta, ada juga dari Kwarda Banten (SMP Negeri 3 Tangerang), Kwarda Jawa Barat (SMP Negeri 19 Bekasi), dan terjauh dari Kwarda Jatim (SMP Negeri 1 Singsosari dan SMP Negeri 3 Lawang).

Anggota Regu Padi dan Regu Semut Sedang Serius Mengerjakan Soal Semaphore

Setelah upacara, pelaksanaan lomba POS I dimulai. Terdapat empat mata lomba, yaitu Semaphore, Morse Peluit, Sandi, serta Pengetahuan Umum dan Pengetahuan Kepramukaan. Untuk dua mata lomba pertama dilakukan di lapangan basket secara bergantian. Sedangkan dua mata lomba terakhir pelaksanaannya dalam ruang kelas. Mata lomba – mata lomba ini mengalokasikan waktu rata-rata lima menit per mata lomba dan tiap mata lomba setiap regu mengirimkan dua orang anggota.

Sibuk Dengan Soal Morse Peluit

Setelah POS I selesai, peserta berkumpul kembali di lapangan untuk pelaksanaan POS II, mata lombanya adalah Kompas dan Survival, Topografi, Peta Pita, dan Peta Perjalanan. Petunjuk teknisnya masih sama dengan POS I, yaitu alokasi waktu lima menit, dan tiap regu mengirimkan delegasinya dua orang. Pelaksanaanya di ruang kelas.

Membuat Tandu Dalam Waktu 6 Menit

Selanjutnya POS III, TIK, Tali Temali, dan P3K dilaksanakan di ruang kelas. Sedangkan Mata Lomba Tandu dilaksanakan di sebuah SD yang letaknya di sekitar SMP Negeri 66 Jakarta dengan alokasi waktu enam menit.

Kemudian POS IV, yaitu Cinta Tanah Air, Tanaman Obat, dan Back to School, dilaksanakan di ruang kelas, dengan alokasi waktu lima manit, masing-masing lomba dikerjakan oleh dua orang setiap regunya.

LKBB Regu Padi dan Regu Semut

Sedangkan POS V, yaitu Lomba Ketrampilan Baris Berbaris, pelaksanaanya di lapangan basket yang telah dibagi menjadi dua, untuk Putra dan untuk Putri. Setiap regu menampilkan kemampuannya dalam berbaris pada area 7 x 7 meter, dimana aba-aba yang akan disampaikan oleh pinru telah diberikan panitia pada saat daftar ulang. Sedangkan alokasi waktunya adalah tujuh menit setiap regu.

Setelah kami melaksanakan setiap mata lomba, sekitar pukul 11.00 kami kembali ke basecamp, yaitu salah satu ruang kelas di lantai empat. Kami gunakan kesempatan itu untuk bercengkrama dengan beberapa alumni yang datang berkunjung, ada Kak Erla dan Kak Bayu (lulusan 2008) yang datang mengantarkan tiket Kereta Api Matarmaja untuk kepulangan kami, ada juga Kak Hamsah Fansuri (lulusan 2000), Kak Eddy (lulusan 1997), serta Kak Gita (lulusan 2002) yang datang kembali, setelah hari sebelumnya datang juga secara bersamaan  Kak Catur Ratna (lulusan 1999).

Kemudian, kami makan siang bersama serta melaksanakan ibadah shalat dhuhur secara berjama’ah. Sekitar pukul 13.00 kami kembali ke lapangan. Beberapa waktu setelahnya, kami berbaris. Ketika menunggu upacara penutupan dimulai, panitia memanggil Pinru Regu Padi dan Regu Semut. Ternyata kami diminta untuk tampil dihadapan rekan-rekan kami untuk menunjukkan kreativitas kami.

Atraksi Kolone Tongkat

Lima orang dari Regu Padi dan lima orang dari Regu Semut menampilkan sebuah dinamisasi regu, yang berisi kelihaian kami dalam kolone tongkat, yel-yel, dan membuat tower manusia, yang biasanya ada dalam pertunjukan cheerleader. Semua yang hadir di lapangan cukup terpukau oleh pertunjukan kami yang berdurasi kurang lebih tujuh menit tersebut. Tepuk tangan dan sorak sorai menjadi penyemangat kami dalam unjuk diri di ibukota tersebut. Kami meninggalkan arena dengan nyanyian “Salam Satu Jiwa”, rupanya banyak yang hafal dengan lagu Aremania itu.

Salah Satu Atraksi Andalan Dinamisasi Regu Dimut

Penampilan berikutnya adalah Tari Saman yang dibawakan oleh  delapan orang penari dan satu orang penyanyi siswi-siswi SMP Negeri 66 Jakarta. Begitu apik dan menarik pertunjukan mereka, kecepatan dan kekompakan dalam menggerakkan tangan, dipadu dengan suara penyanyi yang menggunakan Bahasa Aceh, menjadi hiburan menarik di siang terik hari itu.

Setelah upacara penutupan selesai, pengumuman pemenang dimulai. Kami mendapatkan penghargaan Terbaik Putra dalam Mata Lomba Back to School, serta dua piala partisipan untuk Regu Padi dan Regu Semut.

Kami tidak kecewa dengan hasilnya, karena banyak ilmu yang kami dapatkan dari lomba hari itu. Apalagi ini adalah pengalaman pertama kami lomba di daerah Jakarta. Banyak yang harus ditingkatkan, tolak ukur kami bukan lagi hanya daerah Kwarcab Malang atau Kwarda Jatim saja, kemampuan kami harus meningkat, seiring dengan adanya relasi dari Kwarda DKI Jakarta. Untuk kedepannya kami berharap dapat mengikuti lomba-lomba di Kwarda Jateng dan Jabar.

Kami sampaikan selamat kepada Juara Umum, yaitu SMP Negeri 19 Bekasi. Selain itu kami tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Keluarga Besar Pramuka Paskhas Bara, SMP Negeri 66 Jakarta yang telah bersedia mengundang kami untuk berpartisipasi dalam Lobak Galang 2012 serta menyiapkan tempat dan fasilitas menginap bagi kami. (mar)

Regu Padi dan Regu Semut Usai Lobak Galang 2012

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 55 other followers